Ajaib, Plastik Sandwich Bantu Bayi Prematur Bertahan Hidup

Fimela diperbarui 24 Feb 2016, 11:57 WIB

Bagi setiap orang tua, tentu menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan baik dan normal seperti anak-anak lain pada umumnya. Namun sayang, karena suatu hal, tidak sedikit anak khususnya bayi yang harus menjalani perawatan khusus untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang. Terutama, jika anak ini terlahir sebagai bayi prematur.

Ada banyak perawatan khusus yang harus dijalani bayi prematur agar ia bisa bertahan hidup. Jika sebelumnya ada kisah bayi ajaib yang lahir sebesar jari tangan dan berhasil tumbuh sehat, kali ini seorang bayi yang juga terlahir prematur 10 minggu sebelum waktunya akhirnya berhasil tumbuh dan berkembang dengan baik setelah dibungkus dengan Isaac atau kantong plastik yang biasa digunakan untuk membungkus sandwich.



Dikutip dari laman mirror.co.uk, bayi ajaib ini diketahui bernama Isaac Derwent. Bayi Isaac saat itu lahir seberat 1,4 kg dan kondisinya sangat memprihatinkan. Singkat ceirta, saat hamil usia 30 minggu, ibu Isaac yakni Jennifer Derwent (32) sedang berbelanja dengan sang suami Jonathan Derwent (38) di sebuah toko peralatan bayi setempat. Saat berbelanja inilah, ia merasa bahwa perutnya mengalami sakit luar biasa. Rupanya, ia mengalami kontraksi dan ia pun segera di bawa ke rumah sakit Derriford. Di rumah sakit ini, ia melahirkan bayi prematur yang seharusnya belum lahir. Karena kondisi bayinya memprihatinkan, tim dokter mencoba memberi perawatan terbaik dan mencoba mengatur suhu tubuh bayi dengan meletakkannya di dalam kantong isaac.



Jennifer mengatakan, "Setelah ia lahir, dokter membungkusnya ke dalam kantong plastik yang disebut sebagai isaac. Yakni kantong plastik yang biasa digunakan untuk membungkus sandwich. Ini dilakukan dokter agar suhu tubuh putra saya stabil. Apa yang dilakukan dokter awalnya cukup mengejutkan bagi kami. Tapi, kagum dengan apa yang dilakukan dokter. Ini sungguh ajaib dan kami pun tak ingin melewatkan moment tersebut hingga mengabadikannya."



Setelah dibungkus dengan kantong plastik dan dirasa suhu tubuh bayi normal, dokter pun akhirnya menempatkan si bayi ke dalam ruang perawatan khusus anak. Beruntung, kondisi bayi Jennifer terus membaik setiap harinya. Ia pun tumbuh dan berkembang dengan baik seperti bayi-bayi lain pada umumnya. Jennifer mengatakan, "Kami sangat berterima kasih dengan pihak rumah sakit. Kami sebelumnya tidak tahu apa yang akan terjadi pada bayi kami. Kami hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada pihak rumah sakit. Ya, meski tak henti-hentinya meminta pada Tuhan agar buah hati kami selamat. Isaac adalah bayi yang mengagumkan. Ia bisa melewati masa krisisnya dengan baik."



Atas apa yang pihak rumah sakit lakukan demi menyelamatkan buah hatinya, Jennifer dan kakak perempuannya Caroline (37) saat ini sedang menggalang dana untuk diberikan ke rumah sakit. Mereka berharap bahwa dana yang ia sumbangkan ke rumah sakit bisa bantu pihak rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan mereka terhadap semua pasien khususnya pasien anak-anak dan bayi prematur.

Apa yang dilakukan Jennifer sangat baik ya. Tak hanya Jennifer yang baik, aksi pihak rumah sakit pun juga sangat mengesankan. Semoga, semua pihak rumah sakit di manapun itu bisa bekerja dengan maksimal dan memberikan pelayanan terbaik mereka kepada semua pasiennya.



(vem/mim)
What's On Fimela