Di India, Wanita Yang Belum Menikah Tidak Boleh Punya Handphone

Fimela diperbarui 29 Feb 2016, 12:23 WIB

Pada umumnya, handphone telah menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap orang. Tak hanya orang dewasa, saat ini rupanya juga dibutuhkan oleh anak-anak. Entah sebagai alat komunikasi, alat untuk mengakses berbagai informasi dan belajar atau sekedar bermain game. Namun nih ya, di sebuah desa di India, pemerintah atau pemimpin desa memberlakukan larangan memiliki handphone buat gadis atau yang wanita yang belum menikah.

Dikutip dari laman asiantown.net, wanita yang melanggar larangan ini akan didenda sebesar 30 dollar atau setara dengan 360 ribu rupiah. Sementara buat mereka yang melaporkan ada wanita yang melanggar larangan ini akan diberi hadiah sekitar 3 dollar atau setara dengan 36 ribu rupiah. Larangan ini sendiri terjadi di sebuah desa tepatnya di distrik Mehsana dan Banaskantah di Provinsi Gujarat, India.

Dari laporan yang ada, larangan memiliki handphone ini diberlakukan tentu dengan alasan yang kuat. Pemimpin desa melarang gadis di sana memakai handphone karena handphone dianggap tidak terlalu penting bagi para gadis. Kalau gadis-gadis tersebut memiliki handphone, bisa saja ia akan malas belajar, malas berkarya dan malas membantu orang tuanya. Ranjit Sing Thakor, pemimpin desa mengatakan, "Larangan ini hanya berlaku pada gadis-gadis di bawah usia 18 tahun. Gadis-gadis tidak belajar dengan baik jika mereka memiliki handphone. Mereka bisa saja masuk ke segala situasi buruk saat mereka memiliki handphone. Kami tak ingin generasi muda kami rusak karena handphone."

Thakor juga menambahkan, "Biarlah mereka belajar dengan baik, lulus sekolah, menikah dan mendapatkan handphone dengan usaha sendirinya. Selama mereka belum memiliki handphone sendiri, mereka masih bisa berkomunikasi dengan memakai handphone orang tuanya seperlunya saja. Ini juga sebagai cara agar kami bisa memantau putra putri kami dengan baik."

Menurut para orang tua di desa ini, melarang putrinya memiliki dan pakai handphone adalah cara tepat agar putrinya tersebut bisa menjaga diri dan terhindar dari perilaku buruk nikah lari. Pasalnya, karena adanya handphone selama ini banyak gadis di sana yang nekat nikah lari dan membantah nasehat orang tua. Kalau menurut kamu gimana nih Ladies? Apakah larang ini efektif? Apapun dan bagaimanapun larangan tersebut, selama hal ini tidak merugikan satu pihak, larangan ini masih bisa dikatakan sebagai larangan yang baik bukan?

(vem/mim)
What's On Fimela