Kisah Devi, Berjualan Tahu Bulat Tak Semudah Kelihatannya

Fimela diperbarui 14 Jul 2016, 12:50 WIB

"Tahu bulat... digoreng dadakan... lima ratus rupiah saja."

"Tahu bulat gurih-gurih nyoy!"

Kamu familiar dengan kalimat di atas? Yups, sering kita mendengar rekaman suara itu dari pedagang tahu bulat keliling. Bahkan, tahu bulat ini sudah jadi tren tersendiri di sejumlah kota.

Kali ini kita akan mengikuti kisah Devi, seorang wanita yang ikut suaminya berjualan tahu bulat. Dengan memakai mobil box yang di dalamnya terdapat kompor kecil untuk menggoreng tahu yang berbentuk bulat, mereka berjualan setiap hari. Wanita asal Ciamis ini punya cerita suka duka sendiri mengikuti suami berjualan tahu bulat keliling.

"Ya sekarang bekerja apa saja asalkan halal tidak menjadi persoalan. Saya ikut suami jualan, yah yang namanya jualan pasti capek ya," kata Devi kepada Vemale di Bogor, Selasa, 12 Juli 2016.

Suami Devi sudah berjualan tahu sejak tahun 2007 sebelum krisis moneter. Suami Devi pernah berjualan mengelilingi Jakarta dan kota-kota lain di Jawa, seperti Ciracap. Semakin menjamurnya pedagang tahu bulat saat ini jelas jadi tantangan tersendiri.

Devi memasang tarif Rp. 500,- untuk setiap butir tahu bulat. Bumbu yang disediakan ada tiga rasa, yaitu balado keju, gurih (garam) dan pedas. "Banyak yang beli nggak tentu ya, sehari kalau lagi rame bisa 3000 butir, itu muter-muter dari pagi jam 9 sampai malam jam 1. Sehari bisa habiskan bensin seratus ribu. Pernah bawa tahu 2000 butir, lakunya cuma 500, pengalaman rugi ini banyak orang-orang tidak tau," jelasnya. Berbisnis atau berdagang memang harus siap dengan untung ruginya, ya Ladies.

"Setahun sekali, pulang ke Ciamis. Kadang tidur suka di mushola, ya dulu suami kaya gembel, kalau sekarang sudah berjalan, dan rame diikuti orang-orang," ungkap wanita yang usianya 32 tahun ini.

Ia menyakinkan bahwa tahu bulat miliknya ini tidak tahan sampai dua hari dan tidak bisa dimasukkan ke dalam lemari es karena akan berubah warna dan rasa. "Tahu saya nggak bisa dua hari, nggak bisa dimasukkan lemari es. Namanya juga dari kacang kedelai. Kalau pakai pengawet bisa 3-4 hari kuat. Tahu ini dicampur telur buat mengembang," terangnya.

(vem/yun/nda)