Berlabel 'Sehat', Faktanya 5 Makanan Ini Tak Baik Untuk Si Kecil

Fimela diperbarui 22 Jan 2017, 14:21 WIB

Mom, pernah kah mengalami kebingungan saat anak tidak mau makan atau terlalu pemilih? Seringkali para ibu dibingungkan dengan masalah ini. Jika anak tidak mau makan, gizinya tidak cukup, maka tentu akan berdampak untuk perkembangan tubuh dan otaknya.

Salah satu jalan yang biasanya dilakukan adalah memberikan asupan gizi melalui camilan-camilan, ketimbang makanan berat dalam porsi besar. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk memenuhi gizi anak. Namun, sebelum memutuskan memberikan asupan gizi berupa cemilan pada anak, Mom harus tahu bahwa tidak semua camilan yang tampaknya menyehatkan itu, benar-benar aman dikonsumsi anak-anak lho. Misalnya, lima camilan berikut ini:

Minuman berenergi

Produk minuman berenergi tidak hanya diproduksi untuk orang dewasa. Beberapa perusahaan juga menciptakannya untuk anak-anak. Tetapi jangan tertipu oleh kandungan potasium dan sodium yang digadang-gadang mampu menggantikan elektrolit tubuh yang hilang, Mom. Karena menurut penelitian yang dimuat dalam parents.com, dalam botol seberat 20 ons minuman benergi, mengandung lebih dari 8 sendok gula! Jika dibiasakan, maka anak akan berpeluang besar menderita obesitas di kemudian hari.

Selai cokelat

Selai cokelat sangat umum menjadi isian roti tawar sebagai bekal sekolah. Faktanya, selai cokelat yang dijual di pasaran, sedikitnya mengandung 21 gram gula per paknya, atau sekitar 5 sendok gula. Padahal selama ini para orang tua mengandalkan selai cokelat untuk bekal sehat bukan? Mom bisa membuat sendiri selai cokelat enak dan sehat seperti resep ini.

Snack buah

Snack yang mengklaim dirinya mengandung sari buah alami, biasanya berwujud jelly atau gummy snack. Tak jarang kita menyelipkan sekantong jelly atau gummy snack ini sebagai bekal untuk anak. Padahal, biasanya snack-snack ini justru hanya mengandalkan konsentrat jus buah yang mana dibuat dari gula dalam jumlah banyak. Tidak ada kandungan buah di dalamnya!

Jus

Jus buah dan sayur memang menyehatkan, selama dibuat sendiri dari buah dan sayur sungguhan. Kebanyakan jus buah dan sayur yang dikemas dan dijual di supermarket mengandung konsentrat buah, gula dan pengawet. Rasanya yang manis, membuat anak-anak ketagihan dan dalam jangka waktu lama, bisa menurunkan nafsu makan anak terhadap makanan sehari-hari dan membuat ketagihan terhadap jus buatan ini.

Crackers

Crackers bisa menjadi pengganjal perut untuk anak-anak. Tetapi biasanya crackers yang dijual di pasaran mengandung banyak refined flour, pemanis ataupun MSG. Refined flouradalah tepung yang dalam proses pengolahannya telah kehilangan 50-90 persen nutrisi dari gandum sebagai bahan pembuatannya.

Itu dia 5 snack yang bersembunyi di balik label 'makanan sehat' tetapi kenyataannya tidak seperti yang kita kira. Jadi, bijaklah memberi asupan gizi untuk si kecil ya Mom.

(vem/wnd)