Oh No! Ini Bahayanya Keseringan Stalking di Media Sosial

Fimela diperbarui 11 Apr 2017, 11:10 WIB

Seberapa sering kamu stalking akun seseorang di media sosial? Well, pastinya kamu sudah nggak asing lagi dengan istilah stalking. Secara harfiah, stalking berarti menguntit. Dan istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang diam-diam mengintip, menguntit, membuntuti, atau mengawasi seseorang.

Di era media sosial seperti ini, aktivitas stalking makin mudah dilakukan. Mungkin kamu sendiri pernah melakukannya. Seperti mengintip semua akun media sosial gebetanmu. Kamu meneliti dan melihat satu demi satu foto juga status yang dibuatnya. Dia sekarang lagi dekat dengan siapa? Siapa saja orang-orang yang dikenalnya? Apa kesibukannya dan hobinya? Dan sebagainya.

Stalking kadang memberi kepuasan batin sendiri. Membuat kita merasa bisa tahu segalanya tanpa ketahuan orang lain. Tapi tahu nggak kalau keseringan stalking itu juga bisa berdampak negatif?

Seperti yang dikutip oleh bona.co.za, Godfrey Madanhire seorang pembicara dan lifestyle coach memaparkan bahwa stalking pada dasarnya merupakan perilaku sosial yang abnormal. Kebiasaan ini ada kaitannya dengan gangguan kepribadian, ketidakstabilan emosi, dan bahkan depresi. Dengan kata lain, seseorang yang hobi stalking memiliki kecenderungan mengalami masalah dalam emosi atau mentalnya.

Kebiasaan Stalking Bisa Membuat Perilakumu Makin Agresif

Dilansir dari esia.net,stalker bisa bertindak kasar kalau sedang frustrasi. Perilakunya bisa berubah agresif. Ada obsesi berlebihan dalam dirinya sehingga kalau ada hal yang terjadi di luar kendalinya, reaksinya bisa sangat berlebihan.

Makin Sulit Menerima Kenyataan

Ambil contohnya begini, sudah terlalu lama kamu mengikuti akun media sosial seseorang yang kamu sukai. Setiap status dan fotonya selalu kamu ikuti. Kamu begitu terobsesi dan sering berkhayal bisa memilikinya suatu hari nanti. Tapi ternyata muncul status kalau dia sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Di sini, kamu akan makin sulit menerima kenyataan. Kamu merasa dunia nggak adil karena kamu merasa dirimu lah yang lebih peduli dan mengerti tentang dirinya dibandingkan orang lain.

Rentan Stres dan Emosi Nggak Stabil

Stalking akun media sosial itu seperti melihat sebuah dunia di luar sana yang terhalang kaca. Kamu bisa melihat semua yang ditampilkan. Tapi nggak bisa menjangkaunya. Ada perasaan tak berdaya yang ditimbulkan. Sehingga kamu jadi rentan stres dan emosimu jadi makin nggak stabil.

Makin Gampang Curiga atau Berprasangka Buruk

Saking seringnya kamu stalking, kamu jadi merasa paling tahu segalanya. Dan sering membuat kesimpulan sendiri. Malah bisa membuatmu jadi gampang curiga dan berprasangka buruk. Setiap hal yang kamu lihat di media sosial membuatmu jadi heboh dan ribet sendiri. Keseringan mengurusi hidup orang lain membuatmu jadi lupa diri.

Nggak bisa dipungkiri kalau aktivitas stalking bisa bikin kecanduan. Tapi jangan sampai kebablasan karena efeknya pun ternyata bisa cukup negatif untuk diri sendiri, ya Ladies.

(vem/nda)
What's On Fimela

Tag Terkait