Setiap Orang Tidak Suka Dibandingkan Termasuk Anak-Anak

Fimela diperbarui 25 Apr 2017, 11:45 WIB

Pernah mengeluhkan anak-anak yang mudah cemburu dan terkesan egois. Mungkin Mom tidak menyadari, anak-anak adalah peniru yang handal. Ia akan meniru apa yang ia lihat dengan cepat. Maka dari itu memberikan contoh dan teladan yang nyata akan membuat anak lebih mudah menerapkannya.

Sikap orangtua yang seringkali membandingkan sebenarnya akan membentuk sifat pencemburu pada anak-anak. Sikap orangtua yang membandingkan secara tidak langsung akan menumbuhkan sifat iri dan cemburu pada anak. Misalnya pernyataan membandingkan anak dan teman yang lebih rajin.

Alih-alih mengatakan, "Mengapa kamu tidak bisa menyiapkan baju sendiri seperti si A?" sebaiknya ganti dengan, "Ayo, menyiapkan baju yang akan kamu pakai hari ini. Nanti Ibu bantu."

Pernyataan seperti ini akan membuat anak lebih memahami. Ia tidak akan merasa dibandingkan sehingga tidak perlu merasa cemburu dan iri. Hindari membandingkan. Sebagai orangtua yang sudah dewasa saja tidak suka dibandingkan bagaimana dengan anak-anak? Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda. Hargai kelebihan anak tanpa perlu membandingkan dan melihat sosok anak yang lain.

Saat anak mulai cemburu, hindari meresponnya dengan kemarahan dan emosi. Karena hal tersebut justru akan memperburuk keadaan. Coba pahami sudut pandang si kecil dan mulai latih kesabaran. tegas boleh, tapi bukan berarti Mom harus marah kepada si kecil bukan?

Tanamkan sikap memahami sejak dini agar anak terhindar dari perasaan cemburu. Anak-anak ibarat gelas kosong, ia akan menjadi seperti apa yang ia lihat. Pengaruh lingkungan sangat berperan untuk tumbuh kembangnya. Jadi sebagai orangtua, beri pengaruh positif bagi tumbuh kembangnya.

(vem/apl)