Menjadi Kutu Loncat (Job-Hopper) Bisa Menghambat Sukses Kariermu

Fimela diperbarui 07 Jul 2017, 11:40 WIB

Pernah dengar istilah kutu loncat di dunia pekerjaan? Istilah yang dalam bahasa Inggris disebut job-hopperini mengacu pada seseorang yang sering bergonta-ganti pekerjaan dalam waktu singkat. Umumnya dilakukan oleh karyawan muda atau seseorang yang baru saja lulus kuliah.

Memang untuk mencari karier yang tepat kita perlu mencoba berbagai hal. Tapi tahu nggak kalau kutu loncat itu seringkali dicap buruk dan tidak profesional oleh banyak perusahaan? Menjadi kutu loncat bahkan bisa menghambatmu untuk bisa sukses dalam karier. Perusahaan-perusahaan besar cenderung lebih berhati-hati dan harus berpikir berulang kali sebelum mempekerjakan seorang kutu loncat.

Kutu Loncat Dianggap Tak Berdedikasi

Sebuah perusahaan pastinya akan mencari karyawan yang bisa memberikan dedikasi penuhnya untuk kemajuan perusahaan. Seorang kutu loncat yang mudah berganti pekerjaan dalam waktu singkat akan dianggap tak punya dedikasi. Loyalitasnya akan sangat diragukan. Dan perusahaan tak mau ambil risiko mempekerjakan seseorang yang tak bisa memberi kontribusi seperti yang diharapkan.

Keahlian dan Kemampuan Kutu Loncat Diragukan

Baru satu tahun, sudah ganti pekerjaan tiga kali dan di bidang yang berbeda-beda pula. Di sini, keahlian dan kemampuan akan diragukan. Kamu dinilai belum bisa fokus dan tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Kalau kamu tak bisa memberi alasan yang kuat kenapa gampang berganti pekerjaan dalam waktu singkat, maka profesionalisme akan sangat diragukan.

Tidak Fokus Membuatmu Sulit Mencapai Kesuksesan yang Diimpikan

Kamu sulit untuk fokus dalam membangun karier. Sering bergonta-ganti pekerjaan membuatmu harus berulang kali mengatur prioritas dan rencana baru. Sering berhenti di tengah jalan karena harus memilih jalan yang baru lagi membuatmu gampang kehilangan arah.

Sulit Memonitor Perkembangan Karier

Baru saja memulai karier di sebuah kantor, kamu sudah pindah ke kantor lain. Akhirnya kamu memulai segalanya dari awal lagi. Di sini kamu akan susah untuk memonitor perkembangan kariermu, karena kamu selalu mulai semuanya dari bawah tanpa ada jenjang pasti untuk kenaikan karier yang selanjutnya.

Nggak masalah kok pindah kerja untuk dapat kesempatan dan penghasilan yang lebih menjanjikan. Tapi jangan sampai jadi kutu loncat tanpa alasan yang benar-benar kuat. Setidaknya kamu perlu bertahan di sebuah perusahaan selama dua tahun sebelum memutuskan untuk pindah karier atau ganti pekerjaan.

Yuk, lebih fokus dalam membangun karier dan pekerjaan biar kamu lebih mudah menggapai kesuksesan dan impian besarmu.

(vem/nda)
What's On Fimela