Ini Dia Pengobatan Terbaru Psoriasis Yang Membantu Membersihkan Kulit

Fimela diperbarui 22 Agu 2017, 13:30 WIB

Ladies, pernahkah kamu mendengar tentang penyakit Psoriasis? Jika belum, psoriasis merupakan penyakit yang menyerang kulitmu, serta penyakit autoimin kronis tidak menular yang dapat diderita oleh orang dewasa hingga anak-anak.

Berdasarkan laporan WHO (2013), penyakit ini diderita sekitar 2% dari populasi dunia dan mempengaruhi 1-3% populasi Indonesia (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI, 2007). Plak psoriasis adalah bentuk paling umum dari penyakit ini dan pada kulit terlihat ruam merah yang timbul dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit, atau disebut psoriasis palmoplantar, diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis.

Menurut dr. Danang Tri Wahyudi Sp.KK(K), spesialis kulit dari Rumah Sakit Dharmais, psoriasis bukan hanya penyakit yang berkaitan dengan kosmetik, namun penyakit yang menahun, kronis, dan seringkali menimbulkan stres, di mana dapat memberikan dampak bagi semua aspek kehidupan penderitanya. Kurang lebih 30% pasien psoriasis memiliki, atau akan mendapatkan psoriasis artritis (PsA), kondisi di mana sendi-sendi tubuh terkena psoriasis dan menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kerusakan sendi permanen. Psoriasis juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya, seperti diabetes, sakit jantung dan depresi.

Kecenderungan genetik dan faktor lingkungan, penyebab psoriasis belum sepenuhnya diketahui. Penyakit ini diketahui berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang terkorelasi dengan sel-sel tubuh, di mana sel kulit tumbuh dengan sangat cepat dan kemudian menumpuk di atas kulit. Tambahan sel kulit ini kemudian membentuk sisik yang tebal dan berwarna keperakan dalam ruam-ruam merah yang terasa gatal, kering dan seringkali menyakitkan.

“Pasien psoriasis harus menemui dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosa klinis yang akurat dengan mempelajari pengalaman pasiennya. Baik pria maupun wanita dapat menderita penyakit ini,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta.

Menurutnya, pasien tidak hanya harus berjuang melawan rasa sakit, tapi mereka juga harus melawan beban emosional seperti stres dan kecemasan yang berdampak pada bagaimana pasien tersebut dapat menjalani kehidupan sehari-harinya dan memiliki hidup yang berkualitas. Tidak dapat dipungkiri, psoriasis memiliki dampak yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. Kualitas hidup pasien sudah pasti akan menurun dan tentunya mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

Psoriasis Area and Severity Index (PASI) adalah metode untuk menentukan hasil dari studi klinis untuk proriasis dengan cara mengukur tingkat kemerahan, sisik, dan tebalnya plak psoriasis dan sebarannya di permukaan tubuh. Skor PASI yang meningkat mengindikasikan perbaikan kondisi psoriasis pasien untuk mendapatkan kondisi kulit yang hampir bersih atau bersih.

Demi membantu pasien Indonesia yang memiliki kondisi psoriasis menengah hingga berat mendapatkan kulit yang bersih yang lebih lama, Novartis Indonesia meluncurkan pengobatan baru secukinumab di Indonesia. Pengobatan baru ini diharapkan dapat memberikan kulit yang bersih hingga 90%,"

"Komitmen kami tetap teguh di semua negara di mana kami beroperasi. Kami selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan melalui JKN maupun pasar komersial demi meringankan beban sosial maupun ekonomi yang diakibatkan penyakit ini. Adalah sebuah kebanggaan untuk dapat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) untuk memberikan harapan baru bagi pasien psoriasis.” Ujar Presiden Direktur Novartis Indonesia Milan Paleja.

Secukinumab sendiri ialah obat biologis – protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Dalam hal ini, obat ini secara spesifik menyasar IL-17A dan bekerja dengan secara selektif menghambat aktivitas IL-17A yang terkait dengan respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan, seperti psoriasis. Secara sederhana, obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut.

(vem/asp/ivy)
What's On Fimela