Bagaimana Mencegah Bayi Lahir Prematur? Ini Penjelasan Dokter

Fimela diperbarui 16 Nov 2017, 14:30 WIB

Terdapat 15% kehamilan di Indonesia terlahir dengan prematur. Artinya, terdapat sekitar 500-600 ribu bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu dalam setahun. Inilah mengapa Indonesia menempati posisi ke lima terbanyak kasus bayi prematur. Cukup miris mengethui info ini, ya ladies.

Padahal tahukah kalau bayi lahir prematur dapat dicegah? DR. dr.  Rinawati Rohsiswatmo SpA (K), Staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan ada beberapa faktor yang harus diperbaiki untuk ibu agar melahirkan sesuai dengan waktunya.

Hal yang utama ialah, kesehatan dan gizi seorang ibu karena akan mempengaruhi janinnya. Saat kebutuhan gizi ibu terpenuhi, risiko bayi lahir prematur bisa diturunkan. Lalu hamillah sesuai dengan umur yang dianjurkan, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua.



"Mau menikah harusnya ada planning, begitu pun saat hamil. Karena sekarang banyak anak di bawah umur yang sudah hamil, bukan karena 'kecelakaan', adapula yang hamil umur 40 tahun. Ini yang harus diedukasi," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika anak sudah lahir prematur? Berikan pelukan metode kangguru agar anak lebih hangat, anak juga akan mendengar detak jantung yang familiar sama seperti saat ia di kandungan. Sehingga bisa merasa lebih nyaman.

Selama kehamilan penting untuk terus melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter secara rutin juga, ya. Demi kesehatan ibu dan bayi, konsultasi dan pemeriksaan jangan sampai dilewatkan.




(vem/asp/nda)
What's On Fimela