Peran Orang Tua dalam Mengedukasi Anak Soal Kekerasan terhadap Perempuan

Fimela diperbarui 28 Nov 2017, 09:30 WIB

Ladies, tindak kekerasan terhadap perempuan masih saja terus terjadi. Hal ini terbukti dari catatan akhir tahun 2017, Komnas Perempuan menemukan 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 245.548 kasus bersumber pada data kasus/perkara yang ditangani oleh 359 Pengadilan Agama, serta 13.602 kasus yang ditangani oleh 233 lembaga mitra pengadaan layanan yang tersebar di 34 Provinsi.

Data kekerasan yang terlaporkan menurun karena perubahan pola pendokumentasian di sejumlah lembaga negara, tidak meratanya akses layanan di sejumlah daerah, dan keengganan korban melaporkan karena masih rumitnya akses keadilan.

Azriana Manalu, Ketua Komisi Nasional Anti-kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengatakan kekerasan pada perempuan tidak bisa lepas dari penyebabnya dan ketimpangan relasi gender. Seperti dari sisi kebijakan, aturan melarang relasi sosial kepada lawan jenis.

Seperti di Aceh laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan sudah melanggar. Atau melakukan aturan jam malam pada perempuan, padahal dampaknya kekerasan. Pola pikir aparatur negara, seperti review kekerasan gender dan bagaimana undang-undang diimplementasi juga mempengaruhi. Lalu dampak kekerasan rumah yang tangga tidak dilihat dari penyebabnya. Kebijakan saja tidak cukup, tapi pola pikir aparat harus sejalan.

“Lalu, budaya di masyarakat sulit dihentikan, seperti menikahkan anak di bawah umur, memperkuat relasi gender perempuan semakin rendah. Ada 421 kebijakan diskriminatif dari Komnas Perempuan,” ujar Azriana Manalu saat ditemui tim Vemale.com di Jakarta.

Untuk mengurangi angka kekerasan pada perempuan tersebut kita harus mengajarkan nilai-nilai atau norma-norma yang  benar pada anak sedari dini. Bukan hanya lewat pendidikan sekolah saja, melainkan sebagai orangtua kita harus mencontohkan sikap yang benar pada anak.

“Pendidikan pertama kali didapatkan dari keluarga, orangtua menjadi guru pertama bagi anak. Jadi ketika kita ingin memberi tahu anak bahwa kekerasan terhadap perempuan itu salah, kita harus mencontohkan lewat sikap dan bahasa kita, seperti jangan pernah bertengkar di depan anak, atau tidak ringan tangan. Sebab, orangtua ialah teladan bagi anaknya,” tutupnya.

Lalu, usahakan selalu bersikap terbuka dan rajin berdiskusi dengan anak tentang berbagai hal. So moms, tidak ada salahnya untuk mengajarkan anti kekerasan pada perempuan dan anak perempuan sedari dini, sebab anak-anak ialah penerus bangsa dan bangsa akan jauh lebih baik di tangan mereka.

(vem/asp/nda)
What's On Fimela