Cara Menghindari Panas Dalam Saat Puasa Ala Mamah Dedeh

Fimela diperbarui 28 Mei 2018, 11:56 WIB

Buka puasa memang paling nikmat menyantap es dan goreng-goreng. Namun, beberapa orang masih bertanya-tanya apakah mengonsumsi makanan tersebut dapat membuat panas dalam?

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Sint Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid menjelaskan kebiasaan orang Indonesia yang berbuka biasanya dengan menyantap es dan gorengan-gorengan,sebenarnya tidak terlalu berkontribusi pada panas dalam.

“Boleh saja makan gorengan saat berbuka puasa, tetapi harus diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dan mineral sebagai penyeimbang,” ujarnya saat ditemui dalam acara “Puasa Nyaman Tanpa Panas Dalam” yang diselenggarakan Larutan Cap Kaki 3 di Jakarta, 24 Mei.

Ustazah Mamah Dedeh, pun mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa itu menyehatkan. Inilah saat bagi tubuh untuk detoksifikasi proses mengistirahatkan organ tubuh.

"Untuk mencegah dehidrasi, Rasul menyuruh untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Tujuannya adalah agar puasa kita tidak terlalu lama, sehingga mengurangi risiko dehidrasi. Tetapi jangan juga sahur mendekati waktu subuh. Minimal 3 menit sebelum adzan subuh sudah berhenti makan,” paparnya.

Mamah Dedeh memberikan tips agar terhindar dari dehidrasi, yaitu berbuka dengan kurma yang sarat gizi kemudian dilanjutkan dengan minum yang cukup.

“Saya sudah enam tahun rutin mengonsumsi larutan khusus untuk panas dalam seperti Cap Kaki 3. Efeknya merasa selalu segar dan tidak mudah lelah,"kata Mamah Dedeh.

dr. Aswin menambahkan, semua mineral alami memiliki peran penting dalam mengatasi dehidrasi. Selain untuk keperluan hidrasi, mineral seperti Gypsum Fibrosum dan Calcitum berfungsi sebagai katalisator.

(vem/asp)