Menurut Penelitian, Ternyata Membaca Buku Bisa Mengurangi Kesepian

Fimela diperbarui 31 Jul 2018, 12:00 WIB

Membaca buku merupakan hobi untuk sebagian orang, namun tanpa disadari ternyata dengan membaca buku bisa menjadi manfaat tersendiri untuk psikologis seperti mengatasi rasa kesepian. Dilansir dari Bustle, dua peneliti dari Universitas of Buffalo, Shira Gabriel dan Ariana F. Young bisa membuktikan hal tersebut.

Mereka mencoba meneliti 140 pelajar yang diharuskan membaca novel Twilight, Harry Potter, dan the Sorcerer's Stone. Dari membaca novel tersebut, mereka bisa mudah mengidentifikasi karakteristik tokoh yang ada di dalam novel. Gabriel dan Young menemukan bahwa para pelajar bisa mengatasi kesepiannya dengan membaca buku dan merasa memiliki kebersamaan saat mengidentifikasi karakter dari ketiga novel tersebut.

Pada dasarnya ketika kamu membaca novel dan bisa memahami karakter tokohnya, secara tidak langsung hal itu sama dengan cara bersosialisasi dengan kelompok dan mengetahui karakter tiap orang di dalam kelompok tersebut. Hal ini akan berlaku sama jika kamu mencoba berkenalan dengan seorang teman baru dan memahami karakteristiknya. 

Namun setelah memahami hal ini, bukan berarti kamu berhenti berkomunikasi dengan teman-temanmu dan memilih membaca buku saja. Ambillah manfaat membaca buku yang bisa menjadi pedomanmu dalam mencari teman seperti Hermione ataupun Ron yang memiliki karakter sebagai teman yang baik. Selain membaca, Gabriel dan Young juga menyebutkan dengan kegiatan yang dilakukan sendirian seperti membaca, menonton film, dan bermain games adalah kebiasaan para introvert untuk bisa beriteraksi dengan dirinya sendiri. Namun, tidak bisa dipungkiri membaca buku juga bagus untuk seorang ekstrovert agar bisa membangun topik yang menarik untuk mengobrol bersama teman-temannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bisa menunjukkan bahwa buku bisa memberikan kesempatan untuk bisa tenggelam dalam dunia fantasi. Jadi saat kamu membaca buku, kamu akan merasa bersosial dan menjadi bagian dalam cerita tersebut. Intinya, kamu tidak harus menjadi seorang kutu-buku untuk bisa memahami sebuah buku, cukup pilih buku yang menurutmu menarik dan bacalah. Dengan begitu membaca buku memang terbukti bisa meningkatkan kesehatan mental seseorang. Apakah kamu sendiri tertarik?

(vem/mgg)