Saat Diselingkuhi, Perempuan Bisa Mengalami Krisis Percaya Diri

Endah Wijayanti diperbarui 14 Des 2018, 07:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Saat diselingkuhi pasangan yang begitu dicintai, seorang perempuan bisa terkoyak dan hancur lebur hatinya. Ada rasa marah, geram, dan terluka. Dari semua perasaan yang muncul, rasa rendah diri atau krisis percaya diri pun bisa dialami perempuan saat tahu dirinya telah diselingkuhi.

Allan & Barbara Pease dalam Why Men Want Sex and Women Need Love mengungkapkan biasanya perempuan akan mengalami beberapa fase berbeda yang dimulai dengan rasa marah dan sakit hati, namun berdampak jangka panjang lebih lama. Seorang perempuan yang diselingkuhi bisa mengalami krisis percaya diri dan anjloknya harga diri. Bila perselingkuhan terjadi dalam pernikahan yang sudah dikaruniai anak, seorang perempuan bisa jadi lebih protektif terhadap anak-anaknya dan memikul beban untuk mempersatukan keluarga. Namun, di saat bersamaan dia juga tak punya terlalu banyak pilihan.

Merasa "Bertanggung Jawab" Atas Penyebab Pasangannya Berselingkuh

Saat tahu pasangannya berselingkuh atau tertarik pada perempuan lagi, seorang perempuan bisa memiliki rasa seakan bertanggung jawab. Merasa bahwa penyebab pasangannya berselingkuh karena dirinya belum bisa jadi pasangan yang sempurna untuknya. Juga berandai-andai bila bisa lebih sempurna untuk pasangannya, mungkin tak akan ada yang namanya perselingkuhan.

Merasa Tidak Layak Dicintai

Rasa percaya diri seorang perempuan yang diselingkuhi bisa turun drastis ketika dirinya merasa tak layak dicintai. Hal ini juga yang kerap membuat seorang perempuan memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungan meski sudah diselingkuhi. Ada perasaan tak layak dicintai. Bahkan merasa tak punya hak untuk mendapatkan cinta.

Dalam sejumlah kasus, memang tak mudah untuk tetap kuat dan bertahan setelah diselingkuhi. Berbagai masalah baru pun bisa muncul dengan dilemanya masing-masing. Namun, seorang perempuan bisa lebih kuat dari yang pernah ia duga sebelumnya.