Review: Buku Pirates and Emperors - Noam Chomsky

Fimela diperbarui 18 Sep 2018, 19:30 WIB

Judul: Pirates and Emperors, Pelaku Terorisme Internasional yang Sesungguhnya
Penulis: Noam Chomsky
Penerbit: Bentang Pustaka

Santo Agustinus bercerita tentang seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Sang Kaisar pun mengajukan pertanyaan, “Kenapa kamu mengganggu keamanan di perairan ini?”

Bajak laut yang marah membalas pertanyaan itu dengan pertanyaan serupa, “Lalu kenapa kamu justru mengganggu keamanan di seluruh dunia? Hanya karena menyerang dengan kapal kecil, saya disebut pencuri; sementara kamu, yang mengobarkan perang dengan armada laut yang hebat, disebut sebagai Kaisar.”

Ilustrasi cerita Bajak Laut dan Sang Kaisar yang diangkat oleh Noam Chomsky dalam buku ini, menggambarkan secara tepat mengenai kampanye perang melawan terorisme yang digencarkan negara-negara Barat. Dengan dalih menjaga keamanan dan perdamaian, Amerika Serikat justru memimpin invasi berskala besar ke berbagai wilayah di dunia yang dianggap “mungkin punya” rencana untuk mencelakakan mereka “suatu saat nanti”.

Catatan-catatan Chomsky ini menjadi bukti yang terang benderang mengenai kejahatan internasional terselubung yang telah merenggut jutaan jiwa penduduk tak bersalah di berbagai belahan bumi. Sebuah catatan yang akan membuat kita kembali merenung: siapa sesungguhnya dalang teroris yang membuat hidup kita tak tenang belakangan ini?

***

Membahas soal terorisme seringkali membuat bulukuduk merinding. Mendengar kata 'teror' saja rasanya sudah membuat kita ingin berlindung dan langsung menyembunyikan diri. Tapi kita juga tak bisa menutup mata dengan masih adanya terorisme di dunia. Hanya saja jangan sampai kita salah mempercayai sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak benar soal terorisme.

Chomsky dalam buku Pirates and Emperors ini mengangkat masalah terorisme internasional di mana negara-negara timur tengah seringkali jadi kambing hitam. Ia juga mengungkap berbagai info soal siapa pelaku terorisme yang sesungguhnya. Dibahas juga soal berbagai hal yang berkaitan dengan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh sejumlah negara.

Membaca buku ini kita akan kembali diajak untuk lebih hati-hati dan waspada dengan apa yang diberitakan media soal terorisme. Penting sekali untuk lebih kritis dengan pemberitaan-pemberitaan terkait terorisme. Siapa lawan, siapa kawan. Siapa yang jadi korban, dan siapa yang sebenarnya jadi dalang perlu kita telaah dengan lebih seksama.

Pemikiran-pemikiran Chomsky pun menambah banyak wawasan baru soal terorisme. Mata kita akan lebih terbuka dengan gejolak yang masih terjadi di dunia. Terlebih kita akan kembali diajak merenung soal bagaimana bisa kita berperang dengan teror sedangkan perang itu sendiri adalah teror. Kritikan-kritikan Chomsky tentang kebijakan-kebijakan Amerika pun dipaparkan di buku ini.

(vem/nda)