Miris, 4 Pekerjaan Manusia Ini Terancam Digantikan Teknologi Buatan

Fimela diperbarui 30 Apr 2018, 16:10 WIB

Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih dan praktis, banyak kegiatan manual manusia yang sepertinya kini bisa digantikan dengan kecerdasan buatan dari komputer maupun robot.

Dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (25/4/2018), Dewan Negara China diketahui telah menyusun rencana ambisius mengenai strategis di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) sejak 2017.

Pihak pemerintahan Tiongkok bahkan tidak ragu menggelontorkan dana sebesar satu triliun yuan (sekitar Rp 2.058 triliun) untuk menjadikan negaranya sebagai pusat inovasi kecerdasan buatan pada 2030 mendatang. Hal ini didasari banyaknya organisasi di tingkat global yang menginginkan otomatisasi berbasis AI yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan profitabilitas.

Tapi sayangnya, hal ini juga mengancam kehidupan manusia, terutama profesi yang kemungkinan besar akan bisa digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan tersebut.

1. Penegak Hukum
Tiongkok telah mengumumkan pada November lalu, bahwa beberapa kantor polisi di kota Wuhan, di provinsi Hubei, hanya akan diisi oleh sistem kecerdasan buatan. lembaga sertifikasi nasional China, Caijing Neican, mengumumkan akan penerapan secara bertahap kebijakan layanan pendaftaran virtual dan simulasi tes berkendara, yang didukung oleh teknologi pengenalan wajah (facial recognition) dari pemerintah pusat di Beijing. Dengan begini, pihak kepolisian tidak akan membutuhkan banyak tenaga kerja manusia untuk mengatur hal ini.

2. Petugas Pembukuan
Kini sudah banyak perangkat lunak akuntansi yang menawarkan entri data otomatis, dan praktik pembukuan lainnya. Terobosan sistem penghitungan dan pengaturan keuangan ini dinilai sama efektifnya dengan tenaga manusia. Satu kelebihan yang utama penggunaan perangkat ini adalah mengurangi ketidakakuratan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Namun yang paling penting, cara ini mampu bekerja cepat dengan biaya lebih rendah.

3. Pewawancara Kerja
Jika wawancara kerja biasa dilakukan orang-orang perusahaan, kini Beberapa perusahaan multinasional, seperti Goldman Sachs dan Unilever, telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mewawancarai calon karyawan. Bukan hanya bisa dilakukan lewat webcam dan panggilan video, calon karyawan juga diminta menjawab pertanyaan yang dikirimkan via email, atau tautan khusus di internet.

Jawaban tersebut diminta untuk dikirimkan via rekaman video, yang nantinya akan ditelaah menggunakan algoritma khusus yang membantu menyaring ribuan pelamar, hingga menjadi daftar pendek yang khusus dipersiapkan untuk sesi wawancara final.

4. Telemarketing
Bagi pemilik profesi ini, ancaman telah tampak sejak beberapa tahun terakhir, yakni ketika AI terbukti mampu menemukan target iklan, khususnya di ranah online. Teknologi kecerdasan buatan memudahkan pelanggan untuk belajar tentang produk dan layanan paling menarik yang ditawarkan. Bukan hanya itu, seiring dengan menurunnya tingkat penggunaan telepon saat ini, membuat popularitas penawaran iklan secara langsung kian memudar.

Itulah mengapa beberapa pekerjaan ini akan mengalami ancaman di masa depan karena terancam digantikan oleh kecerdasan buatan yang dibuat sendiri oleh manusia. Wah, kira-kira pekerjaanmu termasuk salah satunya nggak ladies?

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)