Sebagian besar anak sudah memiliki dan memanfaat salah satu kecanggihan teknologi, handphone (HP). Bahkan, berdasarkan www.netdoctor.co.uk, hampir 9 dari 10 anak di UK sudah memiliki handphone. Entah handphone benar-benar bermanfaat atau tidak, memiliki handphone merupakan gengsi tersendiri bagi anak.
Departemen Kesehatan menyatakan bahwa handphone membawa dampak yang negatif terhadap kesehatan anak. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa radiasi handphone dapat diserap oleh jaringan dalam tubuh sehingga pemakai handphone beresiko terkena kanker otak.
Namun apa yang dinyatakan oleh Departemen Kesehatan dan beberapa penelitian belum sepenuhnya sejalan dengan beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 yang kemudian dipublikasikan pada bulan Oktober tahun 2011. Penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada dampak jangka panjang atas penggunaan handphone terhadap tumor otak atau sistem saraf pusat pada orang dewasa.
Lalu bagaimana dengan anak-anak? Apakah memiliki resiko terkena tumor otak apabila menggunakan handphone?
Jawaban singkat untuk pertanyaan di atas adalah “iya”. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada bulan Oktober 2011 di jurnal Electromagnetic Biology and Medicine menyatakan bahwa anak menyerap lebih banyak radiasi handphone daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan anak memiliki kepala yang lebih kecil dan tulang tengkorak yang lebih tipis.
Berdasarkan penemuan di atas, dapat disimpulkan bahwa anak memiliki resiko terkena tumor otak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa apabila menggunakan handphone. Oleh karena itu, hendaknya anak menggunakan handphone pada saat dalam keadaan darurat saja.
Oleh: Ninuk Retna Sumiarsih
(vem/sfg)