Alasan Untuk Terbuka Tentang Seks Pada Anak

FimelaDiterbitkan 16 September 2013, 19:23 WIB

Anak-anak jaman sekarang pergaulannya sudah jauh berbeda dengan jaman Bunda dan Ayahnya dulu. Akses terhadap konten-konten dewasa yang seharusnya terbatas untuk mereka, menjadi sangat mudah karena internet sudah menjadi hal biasa bagi mereka.

Oleh karena itu, tindakan pencegahan terhadap hal-hal tidak diinginkan menyangkut moral dan masa depan anak harus Bunda dan Ayah lakukan. Salah satunya adalah keterbukaan tentang seks.

Disebutkan melalui laman aboutkidshealth.ca, orang tua adalah sumber informasi yang paling aman bagi anak-anak. Sistem filter informasi dari orang tua adalah yang paling terpercaya.

Apalagi soal seks, orang tua harus memberikan waktu dan perhatian ekstra. Ajak anak duduk berdua saat waktu luang untuk benar-benar memberikan pengetahuan yang memadai tentang seks. Ajarkan pada anak tentang cara menjaga kebersihan organ vital, cara menjaga kenyamanan dan keamanannya, dan ajarkan hal-hal yang memang tabu untuk dibawa atau dibicarakan di ranah publik.

Dengan obrolan khusus seperti ini, Bunda dan Ayah juga bisa menanamkan nilai-nilai moral dan keluhuran yang keluarga anut dan pahami, termasuk menanamkan pengertian bahwa seks sebelum menikah itu sangat dilarang oleh agama dan budaya.

Bunda juga bisa memberitahu anak tentang bagaimana sistem reproduksi bekerja dan hubungan 'jika-maka' terkait masalah yang sering terjadi di masyarakat. Lakukan pelan-pelan, ya, Bun. Bagaimanapun juga, penyerapan informasi anak juga ada kuotanya.

Tidak ada salahnya Bunda dan Ayah memberikan pengetahun tentang seks sejak dini, misalnya sejak usia kelas 5 SD. Jangan sampai karena menunda, Bunda malah bakal kaget saat anak memberi jawaban, “Sudah tahu dari teman, Ma,” atau bahkan lebih parah lagi, “Sudah dikasih liat teman, Ma”!

Oleh: Mazhi

(vem/rsk)
What's On Fimela