Pumice Stone; Batu Kosokan Si Kulit Putih

FimelaDiterbitkan 13 Oktober 2013, 18:55 WIB

Ladies, ternyata budaya ‘kosokan’ untuk mengatasi kulit kaki yang pevah-pecah tidak hanya ada di Indonesia lo. Ternyata, mereka yang berkulit putih juga punya budaya ini. Hanya saja kalau kita menggosok kaki dengan batu sungai, mereka menggunakan batu bernama ‘pumice’. Mirip ya?

Menurut wikihow.com, pumice stone adalah batu yang terbentuk ketika lava panas bertemu dengan air. Ternyata pumice stone telah dikenal sebagai alat kecantikan sejak jaman Romawi kuno. Dulu, batu ini digunakan untuk menghilangkan rambut di tubuh. Bayangkan Ladies betapa sakitnya.

Walaupun umumnya digunakan untuk membersihkan kaki pecah-pecah, tapi kita ternyaa tidak boleh sembarangan menggunakan batu ini. Pertama, kita harus memastikan bahwa kulit kaki kita dalam keadaan basah. Kemudian, setelah menggosok kaki dengan batu ini, kita disarankan untuk mengoleskan liton agar mendapatkan hasil yang lebih bagus lagi.

Selain itu, kita juga harus tahu bahwa pumice ternyata juga bisa menjadi halu lo kalau sering digunakan. Batu yang memiliki pori-pori ini lama kelamaan akan menjadi halus. Tapi Anda tidak perlu menyetok banya batu, karena hanya disarankan menggunakan batu ini sebulan sekali untuk mencegah iritasi.

Nah, ada juga larangan dalam menggunakan batu ini lo, Ladies. Setidaknya ada dua hal yang tidak boleh Anda lakukan. Pertama, menggosokkan batu pumice ke seluruh tubuh karena selain ketebalan lapisan kulit kita berbeda, bakteri kaki juga jadi berpindah tempat. Yang kedua, Anda tidak boleh menggosok kulit terlalu bersemangat, karena batu pumice bisa menimbulkan iritasi.

Selamat mencoba, Ladies!

Oleh: Nastiti Primadyastuti

(vem/rsk)