Pendidikan Seks Anak Autis Yang Terlupakan

FimelaDiterbitkan 26 November 2013, 22:32 WIB

Hai Ladies and Moms. Anak penyandang autisme memang membutuhkan penanganan dan pendidikan yang berbeda dari anak yang normal. Namun seringkali kita lupa bahwa baik anak yang normal dan penyandang autis tetap memiliki kebutuhan dasar yang sama. Khususnya kebutuhan seksual.

Ada sebuah fakta mengejutkan nih Ladies and Moms, menurut kompas.com ternyata banyak orang tua anak penyandang autisme yang mengalami kesulitan jika harus berbicara tentang seks dengan sang anak.

Akibatnya, anak tidak mengetahui bagaimana harus bersikap di saat mereka merasakan ketertarikan pada lawan jenis.

Seperti kejadian yang dilaporkan oleh autis.web.id. Ada seorang anak penyandang autisme yang suka memegang payudara guru-guru perempuan di sekolahnya. Pada kasus lainya, ada penyandang autisme yang marah dan memukul-mukul Mr.P-nya ketika ereksi di jam pelajaran olahraga.

Kejadian-kejadian seperti itu bisa diatasi dengan komunikasi. Sulit memang, karena berkomunikasi dengan penyandang autisme bukanlah hal yang mudah. Tapi kita harus mencoba.

Hal pertama yang harus diajarkan kepada anak penyandang autisme adalah kesadaran akan organ reproduksi. Hal-hal apa saja yang mungkin dialami seiring dengan pertumbuhan mereka, dan bagaimana menyikapinya.

Hal yang kedua ditujukan kepada kita, sebagai orang di sekitar anak-anak tersebut. Ladies and Moms sepatutnya memaklumi jika ada anak penyandang autisme yang menerjemahkan hasrat seksual dengan prilaku yang aneh.

Jika banyak orang yang peduli, maka akan semakin besar pula kesempatan anak penyandang autisme untuk bisa menerima diri mereka sendiri. Hal ini juga akan meringankan keluarga mereka tentunya.

Pengetahuan tentang seks bagi anak penyandang autis hendaknya dimulai sejak dini. Jangan sampai sang anak memiliki pandangan yang negatif terhadap kebutuhan seksualnya.

Selain itu,pengetahuan tersebut harus diberikan secara bertahap dan kontinu. Pendidikan seks penyandang autis tidak bisa efektif jika hanya diberikan di sekolah dan tidak dilanjutkan di rumah.

Jadi, Ladies and Moms, jangan sampai salah menyikapi prilaku seksual anak penyandang autis.

(vem/rsk)
What's On Fimela