Faktor Penyebab Anak Diare (Bagian 1)

Fimela diperbarui 10 Mar 2014, 11:54 WIB

Jika anak diare, pernahkah Bunda menelusuri penyebabnya? Kira-kira apa ya yang menyebabkan anak bisa sampai terkena diare? Padahal Bunda sudah menjaga kebersihan asupan makanan di rumah. Nah, kali ini, kita akan membahas beberapa faktor penyebab anak diare.

Seperti yang dijelaskan dalam laman mayoclinic.com, terdapat tujuh faktor penyebab anak terkena diare. Beberapa faktor merupakan faktor intern dari kondisi sang anak, tapi beberapa juga ada yang merupakan faktor ekstern, termasuk faktor yang berhubungan dengan Bunda. Wah, menarik nih. Kita simak yuk Bunda.

Pertama-tama, kita akan membahas faktor intern yang menyebabkan anak mengalami diare. Ada faktor makanan/minuman yang dikonsumsi, faktor gizi, dan faktor alergi.

Faktor makanan/minuman yang dikonsumsi
Kebersihan makanan yang kurang, kondisi makanan saat dikonsumsi (masih mentah atau kurang matang, kadaluarsa/basi), serta kandungan yang ada dalam makanan dapat memicu perkembangan infeksi kuman pada sistem pencernaan anak. Nah, jika kuman sudah masuk dan ‘menggelitik’ perut anak, terjadilah diare.

Faktor gizi
Walaupun anak tergolong banyak makan, belum tentu gizi yang dibutuhkan oleh anak dapat dibilang cukup atau terserap dengan baik, lho Bunda. Bunda jangan merasa tenang dan senang hanya karena anak lahap makan. Bunda juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang masuk dalam tubuhnya apakah sudah sesuai dan sehat untuk keperluan tubuhnya.

Faktor alergi
Jika makanan mengandung bahan-bahan baru/asing bagi tubuh anak dan tubuh anak menolak atau belum cukup beradaptasi dengan zat baru tersebut, anak bisa mengalami diare karena alergi. Atau, jika anak mengalami kelebihan nutrisi zat tertentu, anak juga bisa mengalami diare. Sebagai contoh, anak memiliki asupan protein yang cukup banyak di tubuhnya. Jika sistem imunnya tidak kuat, anak akan diare karena alergi protein.

Oleh: Anindita Yurizqi

(vem/ver)