Reaksi Alergi dan Imunisasi pada Bayi

Fimela diperbarui 15 Mei 2014, 18:47 WIB

Memberikan imunisasi pada bayi berarti memasukkan materi asing ke dalam tubuhnya dengan harapan tubuh bayi akan membentuk sistem kekebalan terhadap materi tersebut. imunisasi dilakukan dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh bayi. Vaksin sendiri dibuat dari bakteri atau virus yang dilemahkan. Misalnya, vaksin polio dibuat dari poliovirus yang dilemahkan atau dimatikan sehingga tidak berbahaya

Akan tetapi, beberapa orang tua kerap kali merasa khawatir akan reaksi alergi yang terjadi akibat dari vaksin. Faktanya, memasukkan bahan asing ke dalam tubuh buah hati anda yang masih bayi, dalam kasus ini, bakteri atau virus yang dilemahkan sekalipun.

Normal ketika buah hati anda mengalami demam paska mendapatkan imunisasi. Demam adalah reaksi yang wajar terjadi ketika tubuh buah hati anda tengah mencoba melawan vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuhnya. Proses ini jugalah yang nantinya membuat buah hati anda memperoleh kekebalan terhadap virus atau bakteri yang menjadi vaksin

Menurut kidshealth.org, vaksin tidak memiliki potensi untuk membahayakan kesehatan buah hati anda kok, Moms. Vaksin didesain sedemikian rupa sehingga dosisnya tidak akan sampai bisa menyebabkan masalah kesehatan pada buah hati anda

Akan tetapi, anda tetap perlu memperhatikan si dia lho, Moms. Meski sangat kecil kemungkinannya, bisa saja buah hati anda mengalami reaksi alergi atau komplikasi. Maka dari itu, anda perlu mengawasi buah hati anda ya.

Oleh : Mamor Adi P.

(vem/ver)