Jika dikatakan mudah, penyebaran TBC dari penderita TBC tergolong mudah. Namun, tidak terlalu mudah juga. Tek semua yang dilakukan penderita TBC dapat menularkan bakterinya. Jadi, mengetahui persebaran bakteri ini sangatlah penting.
Dilansir oleh, uptodate.com, penyebaran TBC dapat melalui udara dari seorang penderita TBC melalui paru-paru dan pernafasan. Bakterinya tersebar pada saat si penderita batuk atau pun bersin. Seseorang yang menghirup ini dinamakan “contact.” Seorang “contact” biasanya adalah seseorang yang sering bersama-sama dengan penderita TBC. Dalah hal ini contact bisa saja adalah keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Seorang contact tak langsung begitu saja terkena TBC setelah menghirup udara yang terkontaminasi bakteri TBC. Bisa saja, sistem ketahanan tubuhnya kuat dan dapat menangkal bakteri tersebut sehingga tidak terjadi apa-apa dengannya.
Dalam kasus lain, seseorang mengembangkan respon imun yang mengontrol bakteri dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan bakteri tersebut menjadi aktif atau menjadi tidur. Pada saat itu, tubuh seseorang tidak mengembangkan TB aktif atau pun menjadi sakit TBC. Namun, orang tersebut dapat dikatakan memiliki infeksi TB laten. Sampai saat ini, hampir satu per tiga penduduk dunia terkena TB laten.
Pada saat terkena TB laten, seseorang tersebut sehat dan tak dapat menyebarkan bakteri ke orang lain. jika pada saat itu orang tersebut ditangani dengan baik, maka resiko terkena TBC dapat dicegah.
Oleh : Isti
(vem/ver)