Ilmu Parenting untuk Minimalisir Sibling Rivalry

Fimela EditorDiperbarui 19 Januari 2022, 16:28 WIB

Sibling rivalry di depan mata! Ketika kandungan Anda yang kedua (atau ke sekian) sudah mulai menua, salah satu hal yang perlu Anda waspadai adalah sibling rivalry. Meski mungkin Anda telah sering menyampaikan dan memberikan pengertian pada anak Anda yang lebih tua bahwa dia akan memiliki adik, belum tentu nanti dia bisa bersikap seperti yang Anda mau, Moms.

Untuk itu, Anda perlu mengerti cara dasar menghadapi sibling rivalry ini, Moms. Permusuhan antar anak Anda memang mungkin sudah bisa dideteksi sejak mereka bertemu pertama kali. Sebelum Anda menjadi kelimpungan karena tak tahu harus membela yang mana atau bersikap seperti apa, laman Childdevelopmentinfo.com telah menyalir bahwa ada hal penting yang perlu Anda lakukan ketika menghadapi anak Anda yang bermusuhan, atau lebih tepatnya mengontrol sikap Anda agar Anda tak salah ambil solusi.

Yang utama, perlakukan mereka dengan adil. Yang rentan terjadi adalah Anda cenderung akan melimpahkan kesalahan pada salah satu di antara mereka. Anda mungkin melihat tangannya menggenggam hendak memukul yang lainnya, sehingga asumsinya adalah dia yang bersalah. Padahal nih Moms, dengan menyalahkan salah satu di antara mereka, anak yang lainnya akan merasa mereka tak pernah dibela; atau Anda bersikap tak adil dengannya.

Sebijak mungkin Anda harus mengatasi masalah tersebut dengan kepala dingin. Anda pun sebaiknya tak memberikan hukuman meskipun salah satu di antara mereka memang bersalah. Walaupun niatan Anda adalah untuk memberikan efek jera pada yang bersalah, Anda justru akan membuat yang lainnya semakin semena-mena, loh.

Selain itu, Anda perlu fokus pada setiap momen baik yang berlangsung di antara mereka berdua. Beberapa saat tanpa sadar anak akan menunjukkan rasa senangnya bisa bermain bersama dengan saudaranya, meski beberapa saat kemudian dia akan merasa jengkel kembali. Nah, pada saat seperti itulah Anda perlu memberikan apresiasi atau setidaknya tunjukkan hal-hal baik yang muncul ketika mereka tak bertengkar, jangan justru cuek saja.

Jika sejak awal Anda telah mencium aroma pertengkaran (percayakan pada insting seorang ibu), coba lakukan langkah inisiatif dengan mengajak mereka bermain bersama. Nah, dengan demikian akan banyak keretakan kecil di antara hubungan mereka berdua yang bisa membuat Anda coba perbaiki sebelum bertambah buruk.

Bila perlu nih Moms, Anda dan suami perlu saling memahami cara yang sama dalam menangani sibling rivalry ini. Kedua pihak harus sama-sama peduli karena jika sibling rivalry ini ditanggapi dengan kurang baik, keduanya bisa tumbuh menjadi anak yang sikapnya kurang memuaskan kedua orangtua. Sedia payung sebelum hujan, gitu loh.

Oleh: Kamilah

(vem/ver)

What's On Fimela