Urutan Pemberian Vaksin pada Bayi dari Usia 0-1 Tahun, Catat!

Febi Anindya Kirana diperbarui 21 Jan 2019, 16:06 WIB

Fimela.com, Jakarta Bayi memerlukan vaksin untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit, terutama yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Imunisasi diberikan bahkan sejak si kecil berusia dini, yaitu antara usia 0-1 tahun.

Dilansir dari Kids Health.org, ini sekian urutan vaksin yang perlu diberikan pada bayi dari usia 0-1 tahun.

Bayi lahir

  • HepB : Vaksin untuk Hepatitis B. Idealnya dosis pertama diberikan dalam 24 jam pertama setlah bayi dilahirkan. Namun jika anak belum diberikan vaksin ini, bisa dilakukan di usia berapa pun.

1-2 Bulan

  • HepB: Vaksin dosis kedua untuk pencegahan Hepatitis B diberikan di usia ini. Selang dari pemberian dosis pertama memang sebaiknya 1-2 bulan setelah pemberian dosis pertama.

2-4 Bulan

  • DTaP : Vaksin untuk difteri, tetanus dan pertusis aselulerHib: Vaksin Haemophilus influenza tipe B
  • IPV : Vaksin untuk virus polio yang tidak aktif
  • PCV: Vaksin pneumokokus untuk mencegah pneumonia dan melawan bakteri Streptococcus pneumoniae
  • RV : Vaksin Rotavirus untuk melindungi anak terkena serangan diare parah serta muntah-muntah

6 Bulan

  • DTaP : Di usia ini masih bisa dilakukan vaksin untuk difteri, tetanus dan pertusis aseluler jika anak belum melakukannya
  • Hib: Dosis ketiga vaksin mungkin dibutuhkan, tergantung dari peraturan penggunaan vaksin
  • RV: Vaksin Rotavirus bisa dibeirkan beberap kali untuk memperkuat imunitas tubuh anak

6 Bulan dan Tahunan

  • Influenza (Flu) : Anak bisa mendapatkan vaksin flu di usia ini, dan bisa dilakukan tahunan untuk menguatkan daya tahan tubuh terhadap serangan flue musiman. Namun vaksin ini tidak wajib dilakukan tiap tahun.

Itu dia vaksin yang dibutuhkan bayi usia 0-1 tahun dengan urutan usia dan kebutuhan vaksinnya.

What's On Fimela