Perempuan Berisiko Besar Mengalami Demensia, Begini Penjelasannya

Anisha Saktian Putri diperbarui 14 Mar 2019, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Demensia merupakan kategori penyakit yang memengaruhi proses dan memori otak, termasuk Alzheimer. Penyakit ini pun sangat berisiko besar terhadap perempuan.

Jumlah perempuan yang menderita demensia meningkat dengan cepat dan para ahli memperkirakan bahwa 75 juta orang akan hidup dengan demensia pada akhir 2030 dan lebih dari 135 juta orang pada akhir 2050!

Di Australia, sekitar dua pertiga Kematian perempuan disebabkan oleh demensia. Di Amerika Serikat, dua pertiga dari mereka yang hidup dengan demensia adalah perempuan. Para perempuan di Amerika yang berusia di atas 60 tahun lebih mungkin untuk secara bertahap menderita Alzheimer sebanyak mereka rentan terhadap kanker payudara.

Di Wales dan Inggris, serta di Australia, demensia dianggap sebagai penyebab utama kematian, yang menyebabkan penyakit lain seperti penyakit jantung.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Mengapa sering terjadi pada perempuan?

women/pixabay

Faktor risiko utama terkena demensia adalah 'usia' dan ini bisa menjadi alasan di balik kesenjangan gender ini. Semakin tua usia, menjadi semakin rentan menderita penyakit gangguan kognitif semacam itu. Karena perempuan umumnya hidup lebih lama daripada pria, mereka lebih mungkin menderita demensia.

Namun, ada penelitian yang mengisyaratkan fakta bahwa tidak benar untuk menganggap bahwa penuaan pasti akan mengarah ke Alzheimer. Bahkan ada hasil studi dari CFAS (Cognitive Functioning and Aging Studies) yang dilakukan selama dua dekade terakhir, telah terlihat bahwa kasus demensia di Inggris telah turun setidaknya 20% dan penurunan ini telah didorong oleh anjloknya jumlah pria yang berusia lebih dari 65 tahun.

Para ahli berpendapat bahwa penurunan ini mungkin disebabkan oleh semakin banyaknya kampanye kesehatan yang didukung untuk menargetkan masalah merokok dan jantung. Kedua hal ini dapat menyebabkan Alzheimer ketika bertambah usia dan hanya karena pria cenderung merokok lebih banyak daripada perempuan. Kampanye ini telah membantu mereka mengubah kebiasaan buruk dan lebih peduli mengenai kesehatan.

Sampai sekarang, kesenjangan gender yang besar ini telah dikaitkan dengan fakta bahwa perempuan hidup lebih lama daripada pria dan karenanya mereka lebih rentan terhadap demensia dan Alzheimer. Meskipun benar bahwa usia adalah faktor risiko terbesar untuk mengembangkan penyakit degeneratif seperti itu tetapi rata-rata perempuan hidup 4-5 lebih banyak daripada pria dan terlihat bahwa Alzheimer dimulai dua dekade sebelum akhirnya terdeteksi.

Ada studi genetik yang menjelaskan perbedaan kejadian antara pria dan perempuan. Ada penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford dengan memperhitungkan lebih dari 10.000 orang di mana para peneliti mengawasi jenis gen ApoE-4 yang merupakan gen yang meningkatkan risiko Alzheimer. Ditemukan bahwa semua perempuan yang memegang salinan gen ini dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit Alzheimer dibandingkan dengan perempuan yang tidak membawa gen ini.

Sebaliknya, pria yang memiliki gen ini memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak membawa gen ini.

Satu studi lagi menunjukkan bahwa kesenjangan gender dapat dikaitkan dengan kesehatan jantung mereka. Ada sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa karena pria lebih cenderung kedaluwarsa karena masalah jantung selama usia paruh baya mereka dan pria yang hidup lebih dari 65 tahun ini mungkin memiliki hati yang sehat yang melindungi otak dari pengidap Alzheimer. Baik masalah jantung dan Alzheimer memiliki faktor risiko yang serupa termasuk diabetes, kolesterol, dan obesitas.

Hidup dengan Demensia - Kiat bagi perempuan untuk mengatasi tantangan

Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh demensia, itu tidak berarti bahwa kehidupan berakhir dengan penyakit ini dan tidak ada tempat untuk kebahagiaan. Ada beberapa strategi yang memungkinkan pasien demensia untuk tetap mandiri selama mereka bisa. Ketika para ilmuwan sedang mencari obat, para peneliti juga bekerja untuk mencari tahu faktor-faktor yang membantu orang yang menderita demensia. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat.

Merawat diri sendiri di berbagai tingkatan, Jaga kesehatan fisik, berolahraga secara teratur, melakukan diet sehat dan berpartisipasi dalam aktivitas yang merangsang mental.

Jaga kesehatan psikologis dan emosional. Biarkan dirimu mengalami berbagai macam emosi tanpa menggolongkannya baik atau buruk. Pertahankan hubungan dekat dengan orang-orang yang dapat dipercayai, buat jejaring sosial dan tetap aktif baik offline maupun online.