Semarak Ragam Pangan Kekayaan Hutan dan Gambut Indonesia untuk Norwegia

Ega Maharni diperbarui 25 Jun 2019, 20:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Di tengah kekhawatiran dunia akan perubahan iklim dan dampaknya bagi masa depan umat manusia, belahan bumi katulistiwa sesungguhnya menyimpan berbagai keragaman pangan yang dihasilkan dari keanekaragaman hayati yang tinggi. Keragaman pangan dan pengetahuan tentang manfaat pangan bahkan banyak disimpan ratusan tahun sebelumnya oleh nenek moyang di nusantara dan selayaknya menjadi bagian dari kekayaan varian nutrisi dunia.

“Hutan tropis Indonesia sangat kaya dengan beragam potensi hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu serta jasa lingkungan berbasis ekowisata di lebih dari 50 taman nasional. KLHK terus mendorong upaya untuk mengembangkan potensi-potensi sumber daya hutan bagi kesejahteraan rakyat, serta menjaga keanekaragaman hayati dan kelestariannya demi generasi berikutnya,” kata Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang diwakili Kahumas KLHK Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Si dalam konferensi pers di Jakarta, (24/06).

Kemitraan, sebagai organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap kelestarian dan kemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia (melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai upaya melindungi serta melestarikan kekayaan sumber daya alam dan pangan di kawasan hutan dan gambut.

Oleh karena itu, Kemitraan menggandeng Javara, lembaga social enterprise yang bergerak dalam produksi pangan organik nusantara, untuk berpartisipasi pada pameran Food Diversity from Tropical Forest & Peatlands, sebagai bagian dari Indonesia Festival yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Norwegia, pada 29-30 Juni 2019 mendatang di Oslo.

“Festival Indonesia Oslo ini pertama kali diadakan di Norwegia dan diharapkan akan menjadi salah satu festival Indonesia terbesar di kawasan Nordik. Terlebih lagi pada tahun 2020, RI-Norwegia akan memperingati hubungan diplomatik yang ke-70 tahun,” ujar Hendra Halim, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tujuan dari acara ini

Konferensi pers Semarak Ragam Pangan Kekayaan Hutan & Gambut Indonesia Untuk Norwegia. (dok. PR)

“Indonesia harus bangga bahwa keragaman pangan nusantara yang berasal dari kekayaan hutan dan gambut tropis menjadi salah satu aset penting global dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menghadapi ancaman perubahan iklim,” Direktur Eksekutif Kemitraan Monica Tanuhandaru berpesan di Jakarta sebelum bertolak menuju Norwegia, 24 Juni 2019.

Tujuan penyelenggaraan pameran ini adalah menginformasikan produk-produk kultural, kuliner dan ekowisata dari kawasan hutan dan gambut terhadap masyarakat di Norwegia, serta mempromosikan kekayaaan alam, budaya dan pangan yang khas dari Indonesia.

“Pameran ini adalah bagian dari upaya BRG mendorong revitalisasi ekonomi masyarakat yang tinggal di lahan gambut untuk mengembangkan ekonomi lokal seperti produk pangan dan kerajinan khas dari gambut yang selaras dengan tujuan restorasi gambut,” kata Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut Dr. Myrna Safitri.

Dalam pameran tersebut, Javara akan menampilkan acara interaktif yang melibatkan kelima indera perasa, yakni “Food Culture Talk & Tasting Workshop: Biodiversity, Culture & Gastronomy” mencakup lima sesi workshop: pedas berbumbu, garam kepulauan, gula lestari, pewarna makanan alami dan pelestarian kopi.

“Javara berupaya memperbaiki rantai suplai kapasitas produksi, memperbaiki keamanan lingkungan kerja dan memasarkan produk secara nasional dan internasional dengan mengusung harga jual premium bagi petani dan produsen,” kata Helianti Hilman, pendiri Javara, saat memberikan demo untuk media kepada pers di Jakarta.

#GrowFearless with FIMELA