Amankah Gaya Tidur Menutup Mulut dengan Plester? Ini Jawaban Pakar Medis Dunia

Anisha Saktian Putri diperbarui 13 Jul 2019, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Andien membagikan potret memplester mulutnya saat sedang tidur. Kebiasaan ini juga dilakukan bersama sang suami dan buah hatinya. Tentu hal ini pun menjadi perbincangan warganet.

Bahkan media asing, BBC pun menyoroti gaya tidur Andien menggunakan plaster tersebut. Dalam artikel, 'Buteyko: Why Indonesia singer Andien sleeps with tape on her mouth', BBC mengulas apa itu teknik Buteyko hingga pro-kontra dari sisi medis, seperti apakah tidur menggunakan selotip itu aman?

Teknik Buteyko sendiri dikembangkan oleh dokter Soviet, Konstantin Pavlovich Buteyko pada tahun 1950-an. Ia percaya bahwa kondisi pernafasan, khususnya asma dapat dikaitkan dengan cara orang bernafas. Alhasil, ia pun percaya jika pasien diajarkan bernafas dengan benar melalui hidung, masalah paru-paru akan hilang.

Hampir tujuh dekade kemudian dan terapi alternatif tetap populer, dengan para praktisi Buteyko di seluruh dunia sekarang memuji manfaat latihan pernapasan dan menutup mulut untuk tidur.

Dilansir dari BBC, Patrick McKeown, pendiri International Buteyko Clinic, bahwa bernapas melalui mulut adalah faktor yang berkontribusi besar terhadap obstructive sleep apnea (OSA) karena dapat mendorong lidah kembali dan menghalangi jalan napas. Dengan menutup mulut, ia mengklaim, dapat mencegah hal ini terjadi.

2 dari 3 halaman

Bukan hanya menutup mulut

Ilustrasi pernafasan | unsplash.com

Meskipun dianggap bermanfaat, namun ada beberapa dokter lainnya yang tidak sependapat dengan teknik plester mulut seperti yang dilakukan Andien.

"Saya mengerti mengapa lebih baik bernapas melalui hidung, tetapi kebanyakan orang tidak membuka mulut kecuali mereka sedang kesulitan bernapas melalui hidung." tulis Nagesh dari pernyataan Dr Kathleen Yaremchuk, seorang ahli bedah dan spesialis tidur THT senior di Detroit.

Bahkan, seseorang yang menderita OSA (Obstructive Sleep Apnea), tidak dapat menyembuhkan penyakitnya hanya dengan menutup mulut.

Profesor Nirmal Kumar, seorang ahli THT sekaligus Presiden Organisasi Medis Inggris, ENT UK. Profesor Kumar menyatakan bahwa tidak ada bukti yang meyakinkan dalam literatur medis untuk mendukung perawatan Buteyko.

Profesor Kumar menjelaskan melakukan latihan pernapasan apa pun, baik Buteyko atau teknik lain, secara umum dapat membantu perawatan asma serta gejala pernapasan lainnya. Inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa orang percaya bahwa Buteyko membantu. Namun, latihan pernapasan adalah 'bagian dari saran dan perawatan standar dari dokter'.

3 dari 3 halaman

Risiko untuk anak

Ini persiapan ajak anak ikutan Family Run buat pertama kali.

Patrick McKeown, pendiri International Buteyko Clinic secara eksplisit memperingatkan untuk tidak menempelkan plester kepada anak-anak, setelah ia melihat foto Andien.

"Itu sama sekali tidak direkomendasikan. Untuk anak-anak kecil, sekitar lima tahun, tetapi kita tidak memplester langsung di atas bibir (anak)," ujar praktisi Buteyko tersebut seperti dilansir BBC.

Prof Kumar juga menambahkan bahwa anak-anak juga dapat mengalami kesuliatan bernafas yang lebih besar melalui hidung, akhirnya sering sakit.

Prof Kumar bahkan menuturkan perlakukan Andien yang memplester mulut anaknya yang masih berus

#Growfearless with FIMELA