Pameran Ilustrasi Mixed Feelings 04, Kintsugi: Menyatukan Kembali Keramik yang Sudah Pecah

Gadis Abdul diperbarui 23 Jul 2019, 12:07 WIB

Fimela.com, Jakarta “Kita semua punya pengalaman yang nggak enak. Tapi, kita muncul kembali dengan yang lebih baik,” cerita Dinan Hadyan, perempuan jebolan ITB Bandung itu saat konferensi pers Pameran Grup Ilustrasi Mixed Feelings 04 oleh Atreyu Moniaga Project di Art and Performance Hall, Tugu Kunstring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Dinan Hadyan adalah salah satu seniman perempuan yang unjuk gigi dalam program inkubasi ilustrasi Mixed Feelings 04 yang bertajuk “Kintsugi”. Pengalaman yang tidak mengenakan yang diceritakan oleh Dinan Hadyan tersebutlah yang melatar belakangi mengapa pameran kali ini diberi tajuk “Kintsugi”.

“Kintsugi berasal dari Jepang, yakni sebuah proses menyatukan kembali keramik pecah ditambah menggunakan emas. Kita ingin memperlihatkan retakan emas ini. Sesuatu yang sudah pecah atau rusak bisa diperbaiki bahkan bisa terlihat lebih cantik,” jelas Dinan. Selain Dinan, pameran ilustrasi kali ini juga memamerkan karya dari Elle Dhita, Jessie Tjoe dan Sol Cai, di mana masing-masing dari mereka tentu saja memiliki ciri khas yang berbeda dalam setiap karyanya.

Elle Dhita sedang menjelaskan karya-karyanya kepada seorang pengunjung di Pameran Mixed Feelings 04, Kintsugi di Art and Performance Hall, Tugu Kuntskring Paleis, Menteng, Lantai 2. (Fimela.com/Gadis Abdul)

Kepada Fimela.com, Sol Cai sempat menjelaskan bahwa tema yang diangkat kali ini ke dalam karyanya adalah tentang pengalaman dan juga perasaannya sebagai seorang perempuan dengan bipolar. Sementara itu, Elle Dhita mengatakan karyanya kali ini memperlihatkan bagaimana kehidupannya yang pernah cukup lama tinggal di luar negeri sendirian.

“Beberapa ciri khas dari karya saya adalah bentuk makhluk-makhluk yang saya gambar yang merupakan imajinasi saya. Di mana saya senang menggabung-gabungkan berbagai macam binatang menjadi satu, namun yang saya sadari adalah makhluk-makhluk ini pun juga tidak menjadi monster yang mengerikan, namun mereka muncul menjadi makhluk-makhluk yang seperti muncul dari dunia yang saya ciptaka sendiri,” ungkap Elle Dhita yang pernah bekerja sebagai consept artist di Gaming Company, California.

Karya-karya dari Dinan Hadyan pada pameran Kintsugi. (Fimela.com/Gadis Abdul)

Dari pengalaman kehidupan yang berbeda-beda itu, Elle Dhita, Dinan Hadyan, Jessie Tjoe dan Sol Cai mencoba untuk menyatukannya dalam sebuah pameran bertajuk “Kintsugi”. Yang pasti saat melihat langsung karya-karya seniman muda ini terlihat jelas bagaimana karya tersebut sangat dilatar belakangi oleh pengalaman kehidupan masing-masing para seniman.

(Dari kiri ke kanan) Jessie Tjoe, Sol Cai, Dinan Hadyan dan Elle Dhita, seniman yang memamerkan karyanya dalam pameran Mixed Feelings 04 yang bertajuk "Kintsugi". (Fimela.com/Gadis Abdul)

Contohnya saja karya Elle Dhita yang penuh dengan warna-warni, meskipun ada monster, tapi monster tersebut juga tidak terlihat menyeramkan sama sekali. Lalu lukisan karya Sol Cai terlihat lebih gelap, sunyi dan perasaan kesendirian yang teramat dalam. Penasaran dengan karya keempat seniman, Elle Dhita, Dinan Hadyan, Jessie Tjoe dan Sol Cai? Langsung saja datang ke Art and Performance Hall, Tugu Kunstring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat karena pameran Mixed Feelings 04 “Kintsugi” sendiri akan berlangsung hingga 15 Agustus 2019.