Cerita 2 Desainer Lokal Taklukan New York Fashion Week

Vinsensia Dianawanti diperbarui 02 Okt 2019, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Gelaran New York Fashion Week cukup bergengsi bagi desainer dunia. Dua desainer asal Indonesia berhasil menaklukkan panggung New York Fashion Week dengan gaya rancangan berbeda.

Mereka adalah Maggie Hutauruk-Eddy dari 2Madison Avenue dan Yogiswari Pradjanti. Keduanya memamerkan karya autentiknya di Spring Studio yang juga menjadi panggung bagi merek sekelas Calvin Klein dan Diane Von Furstenberg.

Maggie sendiri memamerkan karya yang bertajuk Vivify The Block di New York Fashion Week. Sesuai temanya, busana yang ditampilkan memberikan kesan energik dan menggambarkan kebebasan dalam berkarya. Terdiri dari sembilan karya untuk perempuan dan laki-laki, rancangan Maggie terbilang unik karena mengadaptasi gaya di era 80an namun dibuat begitu segar dengan beberapa siluet yang tidak biasa.

Seperti pada jaket berbahan tulle yang diserut dan dijajit di seluruh atasn dengan lengan berpotongan lonceng dalam warna pink oranye. Dipadukan dengan celana kotak-kotak khas tenun Makassar. Ada juga jaket dengan ilustrasi wajah pelukit kontemporer yang esentrik.

 
2 dari 4 halaman

Logo ikonis di rancangannya

Simak cerita dsainer lokal di New York Fashion Week (Foto: Tim Muara Bagdja)

Semua karya Maggie dikerjakan dalam waktu kurang lebih sebulan. Ia mengaku ia tidak terlalu pusing soal rancangan dan siluet yang ia hadirkan.

"Saya background-nya melukis. Don't over think just let things happened. 80an adalah konsep yang menarik dan tenun Makassar cukup colorful yang sesuai dengan konsep saya," cerita Maggie.

Bahkan Maggie mengenankan bahan dari karung tepung segitiga biru yang ikonis. Potongan bahan ini ditempel pada bagian seperti dada dan lutut.

 

3 dari 4 halaman

Karakter unik pada koleksi Yogiswari Pradjanti

Simak cerita dsainer lokal di New York Fashion Week (Foto: Tim Muara Bagdja)

Sementara itu, Yogiswari Pradjanti hadir dengan busana yang identik dengan karakter kartun perempuan Indonesia. Dicetak menjadi bahan dalam karya rancangan busananya, Yogis melahirkan karakternya sendiri yang diasosiasikan dengan perempuan asal Jawa, Betawi, hingga perempuan berhijab.

Seorang karakter bernama Diajeng Red dibuat khusus oleh Yogis yang mengenakan kain bermotif batik Kawung. Dengan gaya modern, rambut merah, Diajeng Red tampil layaknya Miss Liberty.

Dalam koleksi yang bertajik Colorful Bring Happiness, Yogis menghadirkan 12 set busana dalam siluet yang sederhana, ringkas, dan effortless. Seperti dress, maxi dress, celana 3/4, blus, hingga jaket.

"Siluet longgar dipilih agar beraktivitas lebih mudah. Sedangkan untuk branding diri sendiri membutuhkan bidang yang luas dan tidak terlalu banyak potongan," ungkap Yogis.

Yogis menggunakan warna dark orange, dark green, pastel light blue, hingga kuning. Ini menjadi warna yang khas bagi Yogis untuk koleksi Spring/Summer 2020.

4 dari 4 halaman

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela