Fimela Fest 2019: Bisakah Feminisme Hapus Kekerasan Seksual?

Vinsensia Dianawanti diperbarui 04 Okt 2019, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Kasus kekerasan seksual yang terus terjadi membuat sebagian orang geram. Komnas Perempuan pun meyayangkan sikap anggota DPR periode 2014-2019 yang belum juga bergerak dalam pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di akhir masa jabatannya. Tim Khusus untuk Pembahasan RUU pun dibatalkan secara mendadak.

Proses pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual telah mangkrak selama tiga tahun di Komisi VIII DPR RI. Artinya hingga saat ini belum ada payung hukum yang jelas bagi kasus kekerasan seksual. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan kekerasan seksual tersebut?

Banyak perempuan yang mengambil sikap feminis sebagai langkah untuk memerangi kekerasan seksual. Sikap feminis ini diaplikasikan dengan beragam cara. Namun apakah bisa menghapus kekerasan seksual?

Melansir dari Independent pada Jumat (4/9/2019) gagasan feminis liberal terus berkembang. Feminis radikal berpendapat bahwa perlu ada evaluasi ulang terhadap hak seksual laki-lami. Ini berarti mengatasi masalah pada akar, daripada mengutak-atik atau terlibat dengan sistem yang ada.

 

 
What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Feminisme tidak melepaskan perempuan dari sistem patriarki

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Sementara feminis liberal percaya jika kata-kata dan tindakan yang merusak dari laki-laki direklamasi, perempuan akan terbebas dari belenggu patriarki. Adanya upaya untuk membersihkan dan menghilangkan kekuatan dari bahasa dan kekeraasan yang digunakan laki-laki untuk mempertahankan dominasinya.

Namun masalahnya tidak semua laki-laki peduli. Selama ribuan tahun, laki-laki telah menggunakan kekerasan, dominasi fisik, dan mengeksploitasi kemampuan peempuan untuk mempertahankan sistem patriarki. Sehingga sudah terbentuk sistem yang paten terhadap hak laki-laki dan perempuan dalam patriarki.

Usaha yang dilakukan para feminis akan berhasil hanya jika laki-laki bersedia untuk membuang sikap yang membuat mereka menganggap kata kasar kepada perempuan sebagai sebuah penghinaan. Satu-satunya hal yang akan terjadi adalah bahwa feminisme liberal tidak membebaskan perempuan dari patriarki. Namun bisa menghindari perempuan dari kekerasan seksual yang selama ini terjadi.

Untuk memahami lebih lanjut soal patriarki dalam kehidupan seksual, kamu bisa cari tahu lebih lanjut lewat talkshow “Fighting Patriarchy System in Sexual Life” with Djenar Maesa Ayu & Zoya Amirin di Fimela Fest, Gandaria City, 16 November 2019. Daftar di sini!

FIMELA FEST 2019
3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela