Sempat Bangkrut, Roti Terlama di Cianjur ini Justru Sekarang Masih Eksis

Syifa Ismalia diperbarui 28 Okt 2019, 09:50 WIB

Fimela.com, Jakarta Kabupaten Cianjur memiliki banyak pabrik makanan legendaris, salah satunya adalah roti Tan Keng Cu yang sudah ada sejak tahun 1926. Meski sudah lama, roti tersebut masih eksis hingga saat ini.

Namun pemilik toko generasi ketiga, Mulyana mengatakan bahwa toko roti sempat gulung tikar beberapa tahun. Hal itu disebabkan tidak adanya pasokan terigu dari luar negeri.

"Tahun 59 60 61 itu bangkrut, karena pemerintah tidak import tepung luar negri, zamannya bung Karno tidak boleh barang-barang luar masuk Indonesia," tutur Mulyana saat ditemui di acara Media Trip Permata Bank, Perempuan Penggiat Ekonomi, di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kembali Bangkit

Setelah mengalami kebangrutan Tan Keng Cu kembali bangkit/copyrigh redaksi Fimela/syifa ismalia

Setelah gulung tikar hampir 3 tahun lamanya, akhirnya toko roti kembali dibuka. Lantaran pasokan terigu dari luar negeri, salah satunya Singapura sudah bisa masuk.

"Iya 3 tahun ada kita nganggur. Belakangan tahun 63 baru masuk terigu dari Singapura dan dari mana-mana lalu yasudah akhirnya saya teruskan," jelasnya.

Setelah adanya terigu lokal yang dijual, akhirnya Mulyana pun menggunakan produk dalam negeri untuk produksi rotinya.

"Kalau sekarang tidak pakai terigu luar, tapi lokal. Dulu tuh belum ada lokal, tapi baru deh ada," jelasnya.

Tidak Diperjual Belikan

Sebelumnya, roti-roti tersebut memang tidak diperjual belikan untuk masyarakat Cianjur. Namun memang hanya diberikan untuk para tentara Belanda yang menjajah Indonesia.

"Oh banyak, tentara yang makan bahkan sering. Tentara tidak beli, tapi kita produksi roti untuk tentara belanda, dari mereka tinggal makan. Mereka kan makan roti," ujarnya.

"Setelah Indonesia merdeka, sekitar tahun 50-an baru lah saya jual ke masyarakat Cianjur yah," jelas Mulyana.

3 dari 3 halaman

Masih Gunakan Mesin Tradisional

Pengolahan yang masih sederhana membuat Tan Keng Cu makin otentik/copyright fimela/syifa ismalia

Sudah ratusan tahun, cara pemasakan roti dulu dan sekarang pun tidak terlalu berbeda jauh Bahkan ada mesin penggiling adonan yang masih bisa digunakan hingga saat ini.

"Iya dari Belanda mesin penggiling itu, saya juga tidak pernah beli mesin begitu. Sudah tidak ada mau beli dimana juga. Jadi kalau rusak yah dibetulin, aja sih," jelas Mulyana.

Proses Pembuatan

Mulyana pun menjelaskan proses pembuatan roti Tan Keng Cu. Untuk bahannya sendiri, hanya menggunakan terigu, gula mentega, garam serta Mauripan untuk pengembang.

Setelah itu, bahan aduk di mesin penggilingan selama setengah jam, kemudian ditaruh lagi selama satu jam agar mengembang. Kemudian dibentuk dan dimasukkan rasa roti. Usai itu, roti dimasukkan ke dalam pemasakan roti selama beberapa jam. Dan terakhir pengemasan.