Ulasan: Novel Lethal White karya Robert Galbraith

Endah Wijayanti diperbarui 04 Nov 2019, 18:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Judul: Lethal White (Kuda Putih)

Penulis: Robert Galbraith

Alih bahasa: Siska Yuanita

Editor: Anastasia Mustika

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

“Aku melihat anak itu mati … dicekik, di kuda sana.”

Billy, seorang pemuda dengan gangguan kejiwaan, datang ke kantor Cormoran Strike untuk meminta bantuan menyelidiki kejahatan yang dilihatnya semasa kecil. Walaupun Billy jelas-jelas sakit parah, ada kesan tulus pada dirinya dan cerita yang dia sampaikan sehingga membuat Strike resah. Namun, sebelum Strike sempat menanyainya lebih jauh, Billy kabur dengan panik dari kantornya.

Untuk membuktikan kebenaran cerita Billy, Strike dan Robin Ellacott—dulu asistennya, kini partner di biro detektifnya—menyusuri jalur berkelok-kelok yang membawa mereka dari jalanan London, masuk ke jantung Parlemen, hingga ke rumah megah yang indah namun mencurigakan jauh di pedalaman.

Sementara penyelidikan berjalan, kehidupan pribadi Strike tak kalah berliku: sebagai detektif terkenal dia tidak lagi bisa bekerja sembunyi-sembunyi. Hubungannya dengan partnernya pun kian rumit—Robin telah menjadi bagian penting dalam bisnisnya, tapi hubungan mereka kini memasuki ranah yang benar-benar pelik…

Inilah novel Robert Galbraith yang paling epik. Lethal White merupakan cerita misteri menegangkan yang menghadirkan kelanjutan kisah antara Cormoran Strike dan Robin Ellacott. Robert Galbraith adalah nama alias J.K. Rowling, pengarang serial Harry Potter dan The Casual Vacancy. Lethal White buku ketiga serial Cormoran Strike, setelah sebelumnya terbit The Cuckoo`s Calling, The Silkworm, dan Career of Evil.

***

Novel ini dimulai dengan akhir dari A Career of Evil. Bagi yang sudah membaca A Career of Evil pasti akan paham betul bagaimana kasus dalam kisah tersebut meninggalkan kesan hingga trauma yang cukup mendalam, khususnya pada Robin. Robin pada akhirnya menikah dengan Matthew tapi sejak awal banyak hal yang tak berjalan mulus. Sejak berhasil memecahkan kasus terakhir, nama Strike Cormoran sebagai seorang detektif semakin terkenal. Sosoknya pun dengan mudah dikenail oleh banyak orang.

Setahun kemudian, Robin kembali bekerja dengan Strike. Kali ini Strike pun berusaha untuk menepati janjinya untuk tak hanya menjadikan Robin sebagai sekretaris, melainkan rekan. Suatu ketika seorang pria bernama Billy mendatangi kantor Strike. Billy mengungkit sebuah kejadian pembunuhan yang disaksikannya sewaktu kecil. Penjelasan dan petunjuk yang diberikan Billy cukup membingungkan, terlebih karena dia mengalami gangguan jiwa. Walaupun begitu, Strike tak bisa berhenti memikirkannya dan ia memutuskan untuk melakukan penelusuran dan investigasi lebih lanjut.

Strike kemudian menemukan seorang aktivis kiri sekaligus kakak Billy bernama Jimmy Knight. Pada saat yang hampir bersamaan, Menteri Kebudayaan bernama Jasper Chiswell meminta Strike untuk mengatasi masalah pemerasan yang dialaminya. Kasus pemerasan itu pun ternyata masih berakitan dengan suami dari Menteri Olahraga dan Jimmy Knight. Situasi tersebut pun masih berkaitan erat dengan kasus Billy.

Robin mendapat tugas yang cukup penting. Ia meyapar ke Istana Westminster sebagai pegawai yang magang di kantor Chiswell. Tugas tersebut jelas sangat menantang dan berisiko. Namun, Robin tetap berusaha melakukan yang terbaik terlepas pada saat yang sama dia juga sedang bermalasah dengan Matthew.

Satu demi satu rahasia dan misteri mulai terkuak saat Strike mulai melakukan investigasi dan penulusarannya. Berawal dari petunjuk yang cukup membingungkan dari Billy, satu per satu lapisan misteri terkuak ke permukaan. Siapakah anak yang dibunuh dan dikubur yang dilihat oleh Billy saat masih kecil? Apa kaitannya dengan peternakan kuda?

Di awal membaca novel ini, kita perlu bersabar dengan jalinan cerita yang tampak masih rumit. Namun, begitu sudah mencapai bagian tengah dengan sebuah kasus baru yang menggemparkan, cerita terasa semakin intens. Ada banyak kejadian dari masa lalu yang memiliki pengaruh besar dengan situasi yang dihadapi saat ini.

Isu politik sangat kental dalam kasus yang dipecahkan di novel ini. Skandal di pemerintahan dan berbagai rahasia yang ada di dalamnya cukup membuat kita harus lebih perlahan dalam mencernanya. Isu sosial dan isu terkait perempuan juga turut disuarakan dalam cerita ini. Yang tak kalah menarik adalah makna atau arti di balik istilah lethal white. Sebuah kasus dan petunjuk yang tadinya begitu samar ternyata bisa membawa kita ke jaring lika-liku yang penuh kejutan.

Konflik personal antara hubungan Strike dan Robin menjadi daya tarik tersendiri di novel ini. Ada perasaan dan emosi yang cukup intens sekaligus rumit dalam hubungan Strike dan Robin. Kehidupan pribadi keduanya mendapat cukup banyak sorotan di novel ini di samping kasus yang diselidiki Strike.

Ada baiknya kita mengikuti seri novel Cormoran Strike yang sebelumnya sebelum memutuskan untuk membaca Lethal White. Sebab ada konflik yang terasa begitu personal yang benar-benar mengena di hati bila kita sudah membaca seri sebelumnya. Meski begitu, membaca Lethal White tanpa membaca seri sebelumnya tetap bisa memberi pengalaman membaca yang berkesan. Ada teka-teki dan banyak rahasia yang membuat kita penasaran untuk membacanya sampai akhir.

***

Sudah siap untuk hadir di acara FIMELA FEST 2019? Pilih kelas inspiratifnya di sini.

 

What's On Fimela

#GrowFearless with FIMELA