Studi Terbaru Menemukan Alasan Mengapa Bayi Harus Cegukan

Annissa Wulan diperbarui 21 Nov 2019, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Cegukan bisa menjadi satu aktivitas yang mengganggu, sekaligus memalukan jika kamu sedang berada di dalam sebuah rapat atau interaksi yang serius dengan orang lain. Namun jangan salah, ada alasan ilmiah di balik mengapa kamu bisa cegukan.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Neurophysiology menemukan bahwa cegukan yang dialami bayi baru lahir ternyata dapat membantu mereka mengembangkan koneksi antara pikiran dan tubuh. Selain itu, cegukan juga dapat membantu mengendalikan pernapasan., seperti dilansir dari bustle.com, Kamis (21/11/2019).

Menurut penelitian yang sama, bayi yang baru lahir biasanya akan cegukan selama 15 menit dalam sehari. Walaupun terasa menyebalkan bagi orang dewasa, ternyata bayi harus melalui proses cegukan ini untuk belajar tentang teknik pernapasan.

 

2 dari 3 halaman

Cegukan sangat baik untuk bayi

Ilustrasi bayi. Sumber foto: unsplash.com/Michal Bar Haim.

Cegukan memulai tiga gelombang otak besar yang membantu bayi mengembangkan koneksi neurologis antara otak dan tubuh. Dengan kata lain, kontraksi otot besar di diafragma yang menjadi ciri cegukan menghasilkan gelombang otak, yang akhirnya membantu otak bayi mempelajari cara tubuh mereka bekerja.

Tidak hanya itu, sensasi kejang yang terjadi tepat di bawah dada ketika cegukan terjadi dapat membantu bayi belajar bagaimana mengatur napas mereka. Jadi, cegukan sangat bagus untuk bayi. Sudah pernah dengar tentang hal ini?

3 dari 3 halaman

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA