Saat Hati Sedang Patah, Menangis dalam Diam Bantu Kuatkan Hati Perempuan

Endah Wijayanti diperbarui 09 Jul 2020, 16:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Ketika masalah terasa begitu berat untuk dihadapi, kadang kita justru perlu waktu untuk menyendiri. Saat dunia seakan runtuh dan hati patah, kita perlu waktu untuk menenangkan diri. Menangis seorang diri pun menjadi pilihan yang sering kita ambil untuk menguatkan hati dan perasaan yang sedang rapuh.

Menangis seorang diri bukanlah sesuatu yang memalukan. Kita semua pasti pernah menemukan ketenangan dan kedamaian sendiri saat bisa mengeluarkan air mata sepuasnya dalam kesendirian. Bukan bermaksud untuk meratapi atau mengasihani diri sendiri, menangis bisa bantu mengeluarkan hal-hal negatif dalam diri dan membantu menciptakan kekuatan baru dalam hati.

1. Menangis Bantu Melegakan Hati dan Perasaan

Mengutip laman psychcentral.com, menangis dapat menurunkan kadar mangan dalam tubuh. Jika kadar mangan di dalam tubuh tinggi, kita rentan mengalami rasa gelisah, mudah marah, gampang tersinggung, dan cemas. Dengan menangis, kadar mangan bisa diturunkan dan suasana hati bisa perlahan membaik. Kita pun bisa menghadirkan katarsis. Katarsis adalah kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis. Sehingga kita merasa lebih lega karena dapat meluapkan dan mencurahkan perasaan yang mungkin kita pendam.

2. Menangis Menurunkan Stres dan Tekanan

William Frey, seorang ahli biokimia yang meneliti air mata menemukan dalam sebuah studi bahwa air mata emosional (seperti menangis karena sedang stres atau karena berduka) mengandung lebih banyak produk sampingan beracun daripada air mata yang disebabkan oleh iritasi seperti ketika mengupas bawang bombay. Bukan berarti air mata kita beracun, tapi dengan menangis maka racun yang tertumpuk karena stres bisa dikeluarkan. Hal ini bisa menjadikan menangis semacam terapi alami untuk redakan stres. Saat kita mengambil jeda dan menyendiri untuk menangis, maka kita bisa lebih mudah menurunkan stres dan tekanan yang sedang kita rasa

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Menangis Bantu Lepaskan Hal-Hal yang Membebani Pikiran

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Archira63

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa menangis dapat mengurangi stres. Melansir laman Byrdie.com, menangis memang dapat membantu melepas hormon stres pada tubuh. Pada level fisik, emotional tears dapat membatu tubuh menjadi lebih santai dan tenang. Pada saat kita menangis, emosi yang ditimbulkan akan bervariasi, hal ini juga mampu melepaskan hormon stres pada tubuh sehingga tubuh akan merasa lebih tenang sesudahnya. Saat sendirian kita bisa lebih bebas menangis dan bisa makin memudahkan kita untuk melepas semua hal negatif dan beban yang ada di pikiran. Setelah air mata mengalir, akan terjadi proses detoksifikasi pada tubuh yang membuat kita menemukan kekuatan baru.

4. Menangis Membantu Bangkit dari Trauma

Menangis adalah cara tubuh dan pikiran kita untuk menyeimbangkan kembali setelah adanya goncangan emosional yang menjadi penyebab kita menangis. Seorang terapis dan pelatih kesehatan asal New York, Sarah Thacker menjelaskan bahwa, hormon stres ditemukan di dalam air mata. Artinya, menangis justru menjadi cara untuk melepaskan stres yang terpendam. "Hormon stres ditemukan di dalam air mata, dan menangis secara harfiah mampu melepaskan stres emosional yang terpendam," jelassnya, seperti dikutip dari Best Life Online.

Ada saatnya kita perlu menangis dalam diam untuk memulihkan diri dan menetralkan perasaan. Dari setiap air mata yang kita keluarkan, ada kekuatan-kekuatan baru yang muncul dalam hati dan perasaan kita. 

#ChangeMaker