Bisakah Mie Instan Sehat Dijadikan Sebagai Sumber Kalori Utama?

Vinsensia Dianawanti diperbarui 04 Agu 2020, 15:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Siapa yang tidak suka dengan mie instan? Selain karena praktis, mie instan memiliki rasa yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Karena rasa yang enak, terkadang seseorang bisa mengonsumsi mie instan lebih dari satu bungkus.

Di satu sisi, mungkin dengan mengonsumsi mie instan lebih dari satu bungkus memberikan rasa kenyang. Namun kandungan kalorinya yang berlebih dari mie instan membuatnya menjadi tidak sehat.

Namun pilihan mie instan sehat bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat. Mie instan yang sehat biasanya dibuat dari bahan-bahan natural yang proses dengan cara yang aman. Seperti proses pemanggangan untuk mengeringkan mie. Sehingga tidak menambah jumlah lemak dan kalori pada mie instan itu sendiri.

Menurut Ronald Wijaya selaku Co-CEO Lemonilo, satu bungkus mie instan sehat mengandung 300 kalori. Jika kebutuhan kalori harian sekitar 2000 kalori, seseorang bisa mengonsumsi enam bungkus mie instan sehat. Sehingga kamu bisa menjadikan mie instan sehat sebagai pengganti nasi.

 

2 dari 3 halaman

Mie instan sehat sebagai pengganti nasi

ilustrasi mie instan/copyright by Lifebrary (Shutterstock)

Meski menyandang status sehat, bukan berarti kamu hanya mengonsumsi mie instan saja. Tetap harus dikombinasikan dengan sayur dan lauk pauk lainnya sebagai pelengkap untuk memenuhi nutrisi harian.

"Makan Lemonilo sebagai karbo. Harus ada pelengkap seperti protein, vitamin, dan mineral. Sama seperti kalau makan sayuran saja juga tidak baik. Ketika makan, kita harus melihatnya secara keseluruhan dan memenuhi kebutuhan vitamin. Mie instan ini bukan pengganti makanan sehat namun bentuknya sebagai karbo," ungkap Ronald Wijaya.

Keluarga The Baldy's bisa mengonsumsi mie instan sehat ini antara 2-3 bungkus sehari. Ketika mengonsumsi mie instan pun dikombinaskan dengan makanan lain dan mengurangi minuman manis.

Meski mengonsumsi mie instan sehat sebanyak 2-3 bungkus, Baldy dan Nola mengaku tidak khawatir dengan karbohidrat berlebih pada anak-anaknya. Konsumsi karbohidrat yang banyak bisa diimbangi dengan aktivitas fisik yang banyak. Sebagai orangtua, mereka mencari pengalihan energi untuk anak-anaknya sehingga tetap aktif dan karbohidrat yang dikonsumsi bisa terbakar.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker