4 Tips Mencegah Anak Mengalami Cyberbullying di Tengah Pandemi COVID-19

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 21 Okt 2020, 18:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi banyak anak dan remaja, jarak sosial selama pandemi global COVID-19 berarti bahwa satu-satunya kontak yang mereka miliki dengan teman sebayanya akan dilakukan secara virtual. Akibatnya, mereka menggunakan media sosial dan aplikasi seperti TikTok , FaceTime, dan Zoom lebih sering daripada sebelumnya. Dan meskipun ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari interaksi online, tetapi mereka mungkin akan menemukan risiko dari hal itu.

Faktanya, beberapa risiko online terbesar bagi anak-anak adalah cyberbullying, mempermalukan dan eksploitasi. Fakatnya, penelitian awal menunjukkan bahwa cyberbullying sedang meningkat selama adanya pembatasan sosial. Dari hal tersebut, membuat sebagian orangtua khawatir, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk menjaga anak-anak terhidar dari cybelbullying yang terjadi di masa pandemi ini.

Tetapkan Pedoman

Mom dapat mencegah penindasan di dunia maya dengan membatasi waktu layar saat remaja sedang bermain game atau menggunakan media sosial. Jelas dengan pilihan hiburan yang terbatas, menyelesaikan tugas ini tidak semudah itu, tetapi dengan menjadi kreatif itu bisa dilakukan.

Misalnya, alokasikan waktu ketika Mom dapat menyelesaikan pekerjaan keluarga, bermain game, melakukan kegiatan yang berkaitan dengan seni dan kerajinan, bereksperimen dengan sains, atau melakukan aktivitas jarak sosial lainnya yang dapat dilakukan di lingkungan atau halaman rumah.

Bicara Tentang Stres dan Emosi

Penting juga untuk melakukan percakapan yang jujur ​​dan langsung dengan anak-anak tentang apa yang mereka rasakan dan alami. Kali ini adalah saat stres, frustrasi, dan kecemasan yang ekstrim. Bicarakan tentang seperti apa rasanya dan pikirkan cara mengatasinya, misalnya seperti berolahraga, bermeditasi, dan perhatian penuh.

2 dari 3 halaman

Ingatkan Aturan yang Berlaku untuk Anak

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Odua Images

Meskipun kita hidup dalam pandemi dan anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu untuk online daripada di masa lalu, penting untuk mengingatkan mereka bahwa aturan yang sama berlaku seperti di masa lalu dalam hal menjaga keamanan saat online.

Misalnya, beri tahu anak untuk tidak memberikan informasi pribadi mereka dan beri tahu mereka untuk menghindari berbicara atau bermain dengan orang asing secara online. Selain itu, beri mereka pengetahuan tentang konten apa yang harus dibagikan atau dilihat secara online dan bicarakan dengan mereka tentang efek berbahaya dari cyberbullying , ujaran kebencian atau komentar, sexting , dan berbagi foto yang tidak pantas.

Dorong Keterbukaan

Ingatlah bahwa remaja biasanya tidak terbuka tentang cyberbullying karena mereka takut kehilangan teknologi atau dihapus dari akun media sosial mereka. Bagi banyak anak, mereka lebih suka menanggung penindasan dunia maya daripada mengambil risiko kehilangan semua kontak dengan teman sebayanya.

Jadi, pastikan untuk memberi tahu mereka bahwa aman bagi mereka untuk terbuka dengan Mom. Ingatkan mereka bahwa mereka tidak perlu khawatir kehilangan teknologinya untuk sesuatu yang dilakukan orang lain, tetapi mereka akan kehilangan teknologinya karena memperlakukan orang lain dengan buruk saat online. Ingatlah, mereka telah direnggut dari semua yang mereka ketahui.

Nah, tetap perhatikan keamanan anak ya Mom meskipun belajar dan tetap terhubungan secara daring dengan teman-teman mereka.

3 dari 3 halaman

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker