Atasi Mual dan Menambah Produksi ASI, 6 Bahan Alami yang Perlu Dikonsumsi Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan

Vinsensia Dianawanti diperbarui 18 Nov 2020, 14:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Salah satu hal menarik yang terjadi masa pandemi adalah fenomena baby boom. BKKBN memprediksi adanya peningkatan angka kehamilan hingga 500ribu akibat penggunaan kontrasepsi yang menurunkan. Dengan demikian, perlu perhatian lebih besar pada kondisi ibu hamil dan pasca melahirkan.

Ibu hamil maupun pasca melahirkan membutuhkan asupan penting bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Asupan ini didapatkan dari sejumlah bahan herbal dan alami yang berasal dari alam. Selain aman, penggunaan bahan alami juga dapat menunjang nutrisi seimbang.

40% orang Indonesia mengonsumsi jamu setiap harinya dan 50% mengonsumsi madu sebagai asupan nutrisi. Dengan mengonsumsi bahan alami seperti ini dapat mengatasi kondisi tidak nyaman yang umumnya dirasakan ibu hamil dan pasca melahirkan. Seperti mual, muntah, edema, dan rasa nyeri di persendian.

Kandungan vitamin dan mineral pada sejumlah bahan alami juga mendukung kesehatan ibu saat kehamilan dan pasca melahirkan. Penasaran bahan alami apa saja yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan melahirkan?

1. Madu

Memiliki kandungan mineral berupa kalsium, tembaga, mangan, zat besi, fosfor, seng, dan alumunium. Kandungan zat besi pada madu membantu meningkatkan kadar hemoglobin untuk ibu selama kehamilan dan pasca bedah caesar.

2. Cengkih

Kaya akan beta karoten, zat besi, magnesium, seng, vitamin B6, C, dan K. Perpaduan cengih, lengkuas, serai, dan jahe dapat meredakan rasa nyeri dan sakit pada persendian dengan cara dioleskan.

 

2 dari 3 halaman

3. Jahe

Ilustrasi Ibu Menyusui | unsplash.com/@davidoclubb

Dengan kandungan gingerol akan memberi efek analgesik yang kuat dan sangat membantu untuk radang sendi, menenangkan saraf, serta mengurangi mual. Jahe juga tinggi kalium, tembaga, magnesium, mangan, vitamin B5 dan B6.

4. Kunyit dan temulawak

Mengandung kurkumin yang dapat melindungi dari anemia dan hipertensi. Serat yang tinggi juga dapat mengontrol kolesterol jahat. Kunyit dapat membantu meredakan peradangan penyebab edemia sekaligus risiko mastitis. Juga berfungsi untuk mengobati cedera dalam, jahitan luar, dan luka infeksi pasca persalinan. Sementara temulawak, membantu meningkatkan produk ASI.

5. Temu hitam

Kandungan betapinene-nya dapat merelaksasi rahim setelah melahirkan.

6. Ketumbar

Dengan kandungan protein, kalsium, dan zat besi membuat ketumbar dapat meningkatkan produksi ASI selama menyusui.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#changemaker