5 Mitos tentang Selulit yang Harus Berhenti Kamu Percaya

Annissa Wulan diperbarui 06 Jan 2021, 13:54 WIB

Fimela.com, Jakarta Selulit bisa dikatakan kondisi umum yang dialami oleh hampir semua perempuan. Sama halnnya seperti stretch mark dan garis halus, selulit adalah kondisi kulit yang sangat normal.

Selulit dimulai di bawah permukaan kulit, di mana pita berserat yang disebut septa ditemukan tegak lurus dengan kulit. Pada dasarnya, untaian serat mengikat kulit ke otot di bawahnya, menahan lemak di tempatnya.

Saat sel-sel lemak menumpuk dan menekan kulit, jaringan ikat akan tertarik ke bawah, mencipakan penampilan selulit, biasanya di area bokong, paha, perut bagian bawah, dan lengan. Dilansir dari purewow.com, berikut ini adalah beberapa mitos tentang selulit yang harus berhenti kamu percaya.

Mitos 1: Hanya mereka yang kelebihan berat badan yang memiliki selulit

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan munculnya selulit, termasuk berat badan. Hormon, genetika, struktur, tekstur kulit, jenis kelamin, dan gaya hidup juga bisa berperan menyebabkan munculnya selulit.

Selulit dapat terlihat lebih jelas pada beberapa perempuan, karena hormon estrogen berperan besar. Seiring bertambahnya usia seorang perempuan, tubuh menghasilkan lebih sedikit estrogen, yang dapat menyebabkan sirkulasi yang lebih buruk dan produksi kolagen menurun, bersamaan dengan kerusakan jaringan ikat yang sudah tua.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mitos 2: Kardio dapat menghilangkan selulit

Ilustrasi selulit. Sumber foto: unsplash.com/Angelina Litvin.

Latihan kardio, seperti lari dan lompat tali memang dapat menjauhkan sel-sel lemak, yang pada akhirnya mengurangi tampilan selulit.

Untuk membantu menghaluskan kulit dengan olahraga, cobalah aktivitas aerobik dengan latihan kekuatan. Ini akan mengencangkan otot untuk tampilan kulit yang lebih kencang, sehingga selulit tidak terlalu terlihat. Namun, selulit tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Mitos 3: Menurunkan berat badan akan menghilangkan selulit

Sel-sel lemak yang menggembung di bawah kulit di antara pita berserat yang menyebabkan munculnya selulit. Jadi secara teori, lebih sedikit sel lemak berarti lebih sedikit selulit.

Walaupun terkadang kulit kendur akibat penurunan berat badan juga dapat membuat tampilan kulit menjadi lebih buruk. Inilah mengapa latihan kekuatan dianjurkan untuk mengurangi munculnya selulit, membantu kulit mendapatkan kembali elastisitasnya.

3 dari 3 halaman

Mitos 4: Sedot lemak adalah jawabannya

Ilustrasi selulit. Sumber foto: unsplash.com/Sharon McCutcheon.

Prosedur penghisapan lemak sebenarnya dapat memperburuk tampilan selulit, karena membuat distribusi lemak tubuh tidak merata. Selain itu, sedot lemak adalah prosedur yang tidak murah.

Mitos 5: Krim pengencang dapat menghilangkan selulit

Tidak ada ramuan ajaib di pasaran yang dapat menghilangkan selulit, terlepas dari apa yang dikatakan oleh label manapun. Walaupun begitu, uji klinis telah menunjukkan bahwa produk yang mengandung retinol dengan resep dapat memperbaiki tampilan kulit.

Ini karena retinol mengentalkan kulit, yang dapat membantu mengurangi tampilan selulit seiring waktu. Hal penting yang perlu dicatat, hasil dari penggunaan retinol tidak bisa terlihat dalam waktu yang sebentar.

#Elevate Women