Kane Tanaka, Perempuan Tertua di Dunia Bakal Bawa Obor Olimpiade

Karla Farhana diperbarui 05 Apr 2021, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Perempuan tertua di dunia yang kini berusia 118 tahun, Kane Tanaka, akan membawa obor olimpiade di Jepang. Dia, tulis Thinking Humanity, akan berjalan membawa obor melalui jalur Fukuoka. 

Membawa obor olimpiade merupakan tradisi besar di Jepang. Biasanya, pembawa obor akan berjalan melewati jalur yang sudah disediakan, sembari ditonton ribuan orang yang berdiri di pinggi jalan sembari memberi semangat. Namun, karena olimpiade akan dilaksanakan di tengah pandemi, orang-orang tidak akan diperkenankan berkerumun. 

Pemberhentian pertama bagi pembawa obor akan dilakukan di daerah-daerah yang terkena gempa bumi dan tsunami Tohoku 2011, di mana penghormatan akan diberikan kepada para korban bencana.

Kabar Tanaka akan menjadi pembawa obor olimpiade tentu merupakan berita gembira dan membanggakan. Tanaka yang lahir pada 1903 di desa Wajiro, dahulu merupakan asisten di sebuah toko. Dia bekerja dengan profesi yang sama hampir seumur hidupnya hingga tiba waktunya pensiun di usia 103 tahun. 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Pecahkan Rekor

Ilustrasi Jepang | pexels.com/@dlkrlife

The Guinness Book of Records mencatat Tanaka sebagai orang tertua di dunia pada tahun 2019. Tanaka berharap, dia bisa memecahkan rekor baru sebagai orang tertua di dunia saat dia berulang tahun ke-122 nanti. 

Cicit perempuan Tanaka, Junko Tanaka, men-tweet di tahun 2020 saat merayakan kehidupan nenek buyutnya itu. Dalam tweet-nya dia mengatakan;

"Saya memulai thread Twitter tentang (buyut) karena (dia) sangat menakjubkan, diusianya yang sudah mencapai 118 tahun, dia masih minum coca-cola sendiri dan bermain Othello. Saya mungkin bias karena saya adalah cicitnya. Tapi saya pikir ini luar biasa. Saya ingin membagikannya kepada dunia agar orang-orang terinspirasi dan merasakan kegembirannya juga," katanya. 

#elevate women