Baru Putus Cinta? Ini 5 Tahapan Sakit Hati yang Harus Kamu Lalui

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 04 Agu 2021, 08:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Perpisahan sangat sulit untuk ditangani. Ketika kamu telah menghabiskan banyak waktu dengan seseorang, mencintai mereka dengan sepenuh hati, dan berbagi hidup dengan mereka, tinggal jauh dari mereka sangat menyakitkan. Selanjutnya, jika perpisahan disebabkan oleh pasangan yang selingkuh, wajar jika kamu merasa kehilangan dan sedih. Kamu tidak pernah mengharapkan orang yang paling kamu cintai untuk menikammu dari belakang. Meskipun demikian, kenyataan pahit tetap bahwa hubungan berakhir, berkali-kali karena perselingkuhan. Mengacu pada hal ini, berikut adalah 5 tahap kesedihan putus cinta.

Penolakan

Dalam fase ini, seseorang yang patah hati mungkinsulit menerima kenyataan. Mereka sulit menerima kenyataan tentang apa yang mereka alami. Pikiran seperti itu biasa terjadi pada fase penolakan perpisahan. Ini membantu kita bertahan saat pikiran kita mulai memproses hal yang tidak terpikirkan, yaitu kenyataan pahit dari perpisahan.

Kesedihan

Ketika seseorang mulai menerima kenyataan pahit, kesedihan yang luar biasa mungkin terjadi. Beberapa gejala termasuk air mata yang tak ada habisnya, kelesuan, malam tanpa tidur, dan lainnya. Kesedihan karena putus cinta menghancurkan, mengasingkan, dan bisa membuat kewalahan. Kamu tidak hanya meratapi masa lalu, tetapi kamu juga meratapi masa depan.

2 dari 3 halaman

Membuat Janji

ilustrasi patah hati/copyright Pexels/Murilo Folgosi

Ini adalah fase di mana seseorang membuat beberapa janji kepada yang maha kuasa, alam semesta, atau makhluk imajiner. Namun, meskipun janji-janji ini menggoda, kamu sendiri tahu bahwa itu hampa.

Kemarahan

Fase ini mungkin terbukti produktif bagi banyak orang karena mencoba meyakinkan kita bahwa kita sedang bergerak maju dan melanjutkan hidup kita. Satu hal yang perlu diingat dalam fase ini adalah bahwa ketika dibiarkan, kemarahan bisa lepas kendali dengan cepat.

Penerimaan

Ini adalah tahap akhir dari proses berduka. Ini mencerminkan saat kamu menyadari bahwa kamu baik-baik saja. Ketika fase ini tiba, ingatlah bahwa terlepas dari sakit hati, kompleksitas kesedihan, drama hubungan, dan segala sesuatu yang datang dengan putus cinta, itu sepadan.

Setiap orang memiliki waktu sendiri-sendiri ketika melalui beberapa fase tersebut hingga pada akhirnya mereka bangkit dari keterpurukan.

3 dari 3 halaman