Penelitian Membuktikan, Hubungan Tanpa Cinta Memang Terasa Hampa

Febi Anindya Kirana diperbarui 10 Agu 2021, 13:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Ketika membicarakan tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang lebih dari teman, terkadang kita akan menemukan banyak alasan mengapa mereka bersama. Ada yang bersama karena uang, karena penampilan, karena merasa nyaman, karena hubungan seksual atau karena cinta.

Terlepas dari alasan apa pun yang membuat seseorang bertahan bersama pasangannya, tahukah kamu bahwa ternyata hubungan tanpa perasaan cinta adalah hubungan yang paling hampa dan tidak bahagia?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NCBI EMBO Reports tahun 2013 menemukan bahwa tanpa adanya perasaan cinta dalam hubungan, manusia akan gagal untuk berkembang dan merasa bahagia, bahkan jika semua kebutuhan mereka terpenuhi.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Hubungan tanpa cinta tidak akan membuatmu bahagia

Ilustrasi/copyrightshutterstock/ShutterOK

Peneliti menjelaskan bahwa cinta bukan hanya sekadar emosi, tetapi juga "sistem neurokimia yang kompleks" yang menentukan banyak hal dalam merasakan sesuatu. Pada dasarnya hati manusia bergantung pada senyawa kimia yang terkait dengan cinta, yaitu hormon oksitosin, sebagai bentuk perlindungan dan penyembuhan diri dari rasa sakit.

Penelitian dengan judul The Biochemistry of Love ini juga menemukan bahwa hormon oksitosin juga memungkinkan kita memberikan dan menerima cinta sehingga membuat kita secara alami membutuhkan orang lain dengan perasaan yang sama untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental kita.

Penelitian juga menemukan bahwa cinta adalah faktor yang membuat hubungan pernikahan bertahan lama, terlepas dari banyaknya ujian yang datang.

Jadi, meskipun segala kebutuhanmu terpenuhi, perasaan cinta dalam hubungan yang serius tetap sangat dibutuhkan agar kamu merasa bahagia dan tidak hampa selama menjalaninya.

#ElevateWoman with Fimela