Mengenal Adi Utarini, Profesor dan Juga Peneliti UGM yang Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Nabila Mecadinisa diperbarui 18 Sep 2021, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Time baru saja merilis daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. Rupanya, sosok perempuan Indonesia berhasil masuk ke jajaran tersebut. Ia adalah Prof Adi Utarini, Peneliti dan Guru Besar Kesehatan Masyarakat di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan UGM Yogyakarta. 

Ilmuwan perempuan ini mendapatkan pengakuan dunia atas kontribusinya sebagai pemimpin dalam penelitian World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta dalam mengatasi penyakit demam berdarah dengan memasukan bakteri Wolbachia ke nyamuk aedes aegypti. 

Nama Adi Utarini masuk dalam kategori pionir, bersanding dengan Billie Eilish dan Sunisa Lee. Ulasan tentang dirinya ditulis oleh Melinda Gates. Melinda menuliskan tentang sosok Adi di mana akademisi Fakultas Kedokteran UGM ini menuai prestasi dalam penyakit demam berdarah. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Penelitian itu dimulai sejak 2011

Adi Utarini, ilmuwan Indonesia yang masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi TIME. (dok. Instagram @adiutarinimusik/https://www.instagram.com/p/CGkJx5uhTpN/)

Penelitian itu dimulai sejak 2011 dan mulai menyebarkan telur nyamuk Aedes aegypti wolbachia pada 2016-2020 di wilayah Yogyakarta. Hasilnya, 77% dapat menurunkan kasus demam berdarah di Yogyakarta. Pada 2021 mulai diterapkan di Sleman dan rencananya tahun 2022 ke wilayah Bantul.

Namun, tidak hanya tahun ini Prof Uut mendapat pengakuan dunia internasional akan penelitiannya untuk menekan kasus demam berdarah. Melansir laman resmi UGM, Prof Uut pada tahun lalu juga masuk dalam daftar Ten People Who Helped Shape Science in 2020 menurut salah satu jurnal ilmiah bergengsi, Nature.

3 dari 3 halaman

Terobosan untuk menemukan harapan baru

Melinda French Gates menyebut peneliti Indonesia Dr Adi Utarini menginspirasi (Foto: Screenshot Instagram @melindafrenchgates).

"Ini adalah upaya terobosan untuk menemukan harapan baru pengendalian demam berdarah. Yang kita lakukan adalah sebuah intervensi lingkungan dengan nyamuk Aedes aegypti yang sudah ada bakteri Wolbachia," terangnya melansir laman resmi UGM.

Kini, masuknya Prof Uut dalam daftar 100 pioner berpengaruh dunia 2021 pun mendapat apresiasi dari Rektor UGM Prof Panut Mulyono. Rektor mengatakan, masuknya Prof Adi Utarini dalam daftar 100 pioner berpengaruh dunia 2021, tentu menjadi kebangaan bagi UGM.

#Elevate Women