Diary Fimela: Evelyn Yonathan, Pemimpin Lazada Indonesia Pendobrak Stereotip Perempuan di Industri Digital

Hilda Irach diperbarui 22 Mar 2022, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Seiring perkembangan zaman, perbedaan gender tak lagi menjadi masalah utama. Meski demikian, stereotip perempuan yang menjadi pemimpin masih dirasakan.

Padahal, perempuan memiliki kekuatan yang bahkan melebihi pria. Bahkan, ada banyak perempuan masa kini yang bisa membuktikan keahlian dan kemampuannya untuk menduduki posisi tertentu.

Salah satunya seperti sosok perempuan bernama Evelyn Yonathan. Perempuan yang akrab disapa Evelyn ini berhasil menduduki C-Level di perusahaan e-commerce besar, Lazada Indonesia, sebagai Chief People Officer (CPO).

2 dari 4 halaman

Awal Mula Karier

Bukti nyata pemimpin perempuan di industri digital. Simak kisah Evelyn Yonathan dobrak stereotip perempuan berikut ini! (pexels/anna shvets).

Evelyn bercerita, awal mula karier-nya di Lazada dimulai sejak 6 tahun lalu sebagai bagian dari commercial team. Hingga Desember 2020 lalu, Evelyn ditawari untuk menduduki posisi manajerial.

“Awal mulanya itu karena CEO ingin mengubah the face of Human Resource (HR). Biasanya, HR adalah orang-orang di belakang meja yang hanya mengurus masalah karyawan, tetapi beliau [CEO] mau HR bisa berperan sebagai business partner untuk perkembangan Lazada,” cerita Evelyn dalam diskusi virtual, Kamis (17/3/2022).

Ketika mendapat tawaran tersebut, Evelyn mengaku terkejut. Sebab, dia tidak memiliki latar belakang sebagai Human Resource. Namun, berangkat dari ilmu psikologi yang ia punya, Evelyn pun memberanikan diri keluar dari zona nyaman untuk mengambil posisi tersebut.

“Aku enggak pernah kerja di people, selalu kerjanya di sales dan marketing yang berhubungan dengan angka, duit dan GNP. Tapi ternyata people itu sangat penting dalam roda organisasi, karena yang melakukan bisnis itu kan people. Dan fungsinya HR itu sekarang bagaimana kamu bisa mendukung bisnis,” lanjut Evelyn.

3 dari 4 halaman

Perempuan di Industri Digital

Bukti nyata pemimpin perempuan di industri digital. Simak kisah Evelyn Yonathan dobrak stereotip perempuan berikut ini! (pexels/fauxels).

Evelyn sendiri mengaku tak pernah merasa canggung berkarier di industri digital yang kerap diasumsikan sebagai “ladang-nya” para pria. Sebab, selama bekerja di Lazada Indonesia, dia tidak sedikit pun mengalami diskriminasi gender, baik dalam hal pemberian kesempatan untuk pengembangan karier maupun pengakuan terhadap achievement.  Bahkan, demografi Lazada Indonesia didominasi oleh para perempuan.

Menurut Evelyn, di Lazada sendiri tidak ada perbedaan fundamental antara pria dan perempuan dalam hal skill. Oleh karena itu, untuk menciptakan lingkungan kerja yang setara, menurut Evelyn, perusahaan harus memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang gender.

“Terkait yang dibilang bahwa e-commerce itu adalah dunianya pria, saya bisa buktikan itu tidak benar adanya. Di Lazada Indonesia, kita tidak punya inisiatif untuk mendorong perempuan masuk ke e-commerce, karena baik perempuan maupun pria itu sama aja. Jadi menurut aku, Lazada it’s very good place, terlepas kamu gendernya apa, as long as you have unique perform, then we’re going to reward you,” tutur Evelyn.

4 dari 4 halaman

Skill yang Harus Dimiliki Perempuan di Industri Digital

Bukti nyata pemimpin perempuan di industri digital. Simak kisah Evelyn Yonathan dobrak stereotip perempuan berikut ini! (pexels/mart production).

Lebih lanjut, Evelyn membeberkan skill-skill yang harus dimiliki bagi perempuan yang tertarik ingin terjun di industri digital. Menurut Evelyn, yang utama adalah memiliki growth mindset dan punya skill untuk agile.

“Menurut aku baik perempuan atau pria itu sama. Namun yang pertama itu harus punya growth mindset dulu. Kalau kita enggak punya itu, kita akan sulit berkembang. Kenapa? Karena e-commerce itu speednya sangat cepat dan banyak yang baru setiap saat. Jadi perlu orang agile, in the same time dia harus punya growth mindset bahwa dia mau belajar sesuatu yang baru. Itu basic yang paling dibutuhin,” papar Evelyn.

Selain itu, untuk menguatkan kepemimpinan perempuan di era digital ini, menurut Evelyn, perempuan juga harus open mindset, keep learning, dan harus selalu humble.

“Yang harus dilakukan adalah open mindset, lalu keep learning. Semakin tinggi level kamu, kamu juga perlu untuk menjadi sangat humble. Bahwa kamu harus make a piece, you’re the smartest on in the room. Sampai sekarangpun aku masih banyak belajar. Jadi antara C-Level perempuan yang ada di Lazada, aku paling muda. Jadi aku belajar dari C-Level yang lain, dan aku belajarnya juga enggak Cuma ke atas, tetapi juga ke bawah,”

“Jadi growth mindset itu penting banget, dan be humble. Enggak ada tips and trick above and beyond yang luar biasa. You can learn everything around yourself yang mungkin enggak kamu duga-duga sebelumnya,” katanya.

 

#Women for Women