Benarkah Varian Omicron XE Lebih Cepat Menyebar? Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Fimela Reporter diperbarui 06 Apr 2022, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan adanya temuan varian baru Covid-19, yakni Omicron XE. Mengutip liputan6.com, varian Omicron XE pertama kali ditemukan di Inggris.

Hal ini membuat masyarakat khawatir apakah Omicron XE sudah terdeteksi di Indonesia atau belum. Meluruskan hal itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan Omicron XE belum ditemukan di Indonesia. Informasi ini sendiri langsung bersumber dari Kementerian Kesehatan.

Sebagai informasi, varian XE adalah sub varian Omicron. Varian ini merupakan rekombinan atau gabungan Omicron BA.1 dan BA.2. Temuan awal menyebut Omicron XE lebih cepat menyebar dibandingkan varian sebelumnya.

2 dari 3 halaman

Lebih Mudah Menyebar

Ilustrasi varian Covid-19 terbaru Omicron XE/ copyright pexels.com

"Berdasarkan data awal, didapati bahwa kemampuan penularan Omicron XE sekitar 10 persen lebih tinggi dari Omicron BA.2," ungkap Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden dikutip dari liputan6.com, Selasa (4/4/2022).

Ia menambahkan, walaupun Omicron XE cepat menular daripada varian sebelumnya berdasarkan temuan terbaru, WHO menekankan perlu adanya penelitian lanjutan.

Selain itu, meskipun belum ditemukan penyebarannya di Indonesia, Wiku memastikan pemerintah tetap memonitor varian baru uni. Selain itu, pemerintah tetap mengedepankan kehati-hatian dalam menyesuaikan kebijakan penanganan Covid-19.

3 dari 3 halaman

Sudah Banyak Terjadi

Juru Bicara Satgas Covid-19 menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia./dok. YouTube Sekretariat Kabinet

Wiku mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak takut berlebihan menanggapi hal ini. Ia menyebut, panik berlebih berpotensi menurunkan imunitas tubuh.

Ia juga membeberkan, virus rekombinan bukanlah hal baru. Sebelum Omicron XE, telah muncul varian Deltacron yang merupakan rekombinan varian Covid-19 Delta dan Omicron sudah ditemukan.

"Rekombinasi virus bukan merupakan hal baru dan sudah banyak terjadi, termasuk pada virus lain Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Ersya Fadhila Damayanti

 

#Women for Women