Kenapa Perut Terasa Nyeri Saat Menstruasi? Ini Penjelasan Ahli

Mimi Rohmitriasih diperbarui 20 Sep 2022, 17:10 WIB

Fimela.com, Jakarta Perut nyeri atau kram selama menstruasi adalah hal yang umum terjadi pada hampir setiap perempuan. Meski rasa nyeri ini tak datang setiap bulannya, setiap perempuan pasalnya pernah merasakan nyeri perut saat menstruasi setidaknya satu kali dalam seumur hidupnya. Beberapa perempuan mungkin akan merasakan sakit yang biasa saja, tapi tidak sedikit perempuan yang merasakan sakit sangat parah hingga membuatnya tak sadarkan diri. 

Mengenai sakit perut saat menstruasi, kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi? Mungkinkah ini ada hubungannya dengan kesehatan reproduksi atau berpengaruh pada kesuburan?

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Penyebab Nyeri Perut Saat Menstruasi

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Mengutip dari laman CNA.com, rasa sakit ini berbeda dengan nyeri mesntruasi yang disebabkan oleh gangguan reproduksi seperti endometriosis, fibroid, atau penyakit radang panggul yang dikenal dengan nama dismenorea sekunder. Sakit saat menstruasi yang umum terjadi bukan karena penyakit ginekologi. Ini karena perubahan hormon dalam tubuh selama menstruasi. 

Perut yang nyeri selama menstruasi karena kadar prostaglandin (senyawa lemak yang memiliki efek seperti hormon) pada perempuan dengan dismenorea primer cenderung meningkat. Inilah yang kemudian menyebabkan kontraksi pada rahim terjadi lebih intens dari biasanya. Karena kontraksi inilah, perut akan terasa lebih nyeri atau tidak nyaman. Semakin banyak prostaglandin yang dilepaskan, para ahli menemukan jika rasa sakit yang ditimbulkan akan semakin parah.

3 dari 3 halaman

Kapan Nyeri Perut Saat Menstruasi Terjadi

ilustrasi nyeri haid/shutterstock

Biasanya meningkatnya kadar prostaglandin terjadi di hari pertama dan kedua menstruasi. Di hari ini, kram perut bisa terasa lebih parah dibandingkan dengan hari-hari lainnya. 

Selain karena prostaglandin, ada hormon lain yang juga menyebabkan perut terasa nyeri saat menstruasi. Hormon tersebut adalah progesteron dan vasopresin. Progesteron yang mengalami penurunan akan menyebabkan kram perut. Sedangkan vasopresin, ini akan menimbulkan kontraksi rahim seperti halnya prostaglandin.

Untuk nyeri menstruasi, ini sebenarnya bukan suatu hal yang berbahaya atau mengancam keselamatan jiwa sehingga tidak perlu pengobatan khusus. Namun, jika rasa nyeri yang ditimbulkan berlebihan dan disertai dengan gejala lain seperti pusing, pendarahan hebat dan sejenisnya, penting bagi Sahabat Fimela untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan di dokter atau bidan ahlinya. Semoga informasi ini bermanfaat. 

#WomenForWomen