5 Peran Suami untuk Menjaga Rumah Tangga agar Harmonis dan Langgeng

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 26 Des 2022, 17:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Diikat oleh janji, hubungan suami istri sangatlah suci. Ikatan mereka tidak dapat dipisahkan, dan cinta sejati selalu memberi pasangan rasa aman, hormat, dan kasih sayang. Sepasang suami istri berbagi hubungan yang sangat dalam yang perlu diusahakan setiap hari agar tetap kuat. Dalam pernikahan yang berhasil, peran suami sama pentingnya dengan peran istri. Lewatlah sudah hari-hari ketika laki-laki menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga, dan perempuan akan mengatur pekerjaan rumah tangga. Namun, di zaman modern ini, tidak ada peran khusus untuk jenis kelamin apa pun, sehingga peran dan tanggung jawab seorang suami sedikit berubah. Lalu, apa saja peran pria sebagai suami dalam menjaga rumah tangga? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Sebagai Seorang Kepala Keluarga

Seperti yang telah disebutkan di atas, suami dianggap sebagai pemimpin keluarga di masa lalu karena dulu mereka adalah pencari nafkah. Sekarang perempuan juga berdiri bahu-membahu dengan pria di setiap bidang. Tetapi itu tidak berarti bahwa seorang pria tidak boleh memimpin dari depan di rumahnya. Salah satu peran terpenting seorang suami adalah memikul tanggung jawabnya dan menjalankan kewajibannya secara religius. Setiap kali situasi muncul, dia harus dapat membuat keputusan yang tepat (dengan persetujuan istrinya) dan menghidupi keluarganya. Ingat, menjadi seorang pemimpin tidak berarti bisa suka memerintah, argumentatif, atau kasar. Pemimpin hebat adalah mereka yang menerima pendapat semua orang, memiliki kerendahan hati, dan menghormati semua orang.

2. Bersabar

Peran utama seorang suami adalah bersabar terhadap istrinya. Kesabaran adalah kunci pernikahan yang sehat, itu adalah kebajikan yang akan membantu tidak hanya memiliki kehidupan pernikahan yang sukses tetapi juga mencapai ketinggian yang luar biasa di semua bidang kehidupan.

Setelah menikah, akan ada hari-hari ketika istri mungkin merasa sedih atau mengomel kepada suami, atau mungkin suami tidak menyukai sesuatu tentangnya. Jika menginginkan kebahagiaan tetapi pikiran suami dipenuhi dengan hal-hal negatif, itu dapat merusak ikatan suami dengan istri. Bicarakan dengannya untuk mengetahui bagaimana perasaannya, dan pahami bahwa dia adalah individu dengan karakteristik, suka, dan tidak suka yang unik. Perhatikan perasaannya dan hindari mengkritiknya di depan orang lain. Bersabarlah dalam pendekatan kapanpun dan dimanapun memungkinkan.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Ketahui Kebutuhannya Dan Penuhi

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/MongMe

Tidak peduli apa budaya yang kita ikuti, salah satu sumpah pernikahan yang penting adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan satu sama lain. Ya, perempuan modern itu mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginannya, tetapi sebagai seorang suami, penting bagi suami untuk mengenal mimpi, harapan, dan bantu dia mewujudkannya.

Misalnya, jika istri ingin membangun karier di bidang arsitektur, dan ingin mengikuti kursus untuk kesempatan kerja yang lebih baik, dukung dia, dan bantu dia mewujudkan mimpinya.

4. Beri Dia Rasa Kemandirian

Ya, suami dan istri adalah dua tubuh, satu jiwa, tetapi memiliki rasa kemandirian itu baik untuk kesehatan mental setiap orang. Beberapa 'me-time' selalu diperlukan untuk meremajakan diri dan meningkatkan kebahagiaan. Jadi, jangan cerewet jika dia ingin jalan-jalan bersama teman-temannya, jalan-jalan sendiri, atau ingin sendirian membaca buku di rumah. Salah satu peran terpenting seorang suami adalah memahami istri dan mendorongnya untuk mandiri secara emosional dan finansial.

5. Bersamanya Melalui Tebal Dan Kurus

Peran penting suami lainnya adalah selalu mendukung istrinya. Ingat berjanji satu sama lain untuk berada di sana dalam keadaan sakit dan sehat? Sumpah berarti bahwa suami dan istri harus tersedia untuk satu sama lain, baik di saat baik maupun buruk. Sering terlihat bahwa setelah beberapa tahun menikah, suami mulai meremehkan istri mereka, hal-hal kecil yang biasa mereka lakukan di awal hubungan agar tetap hidup, mereka berhenti melakukannya. Jika suami juga melakukan hal seperti ini, hindari melakukannya dan hubungan bisa berkembang tidak seperti sebelumnya. Kapan pun istri membutuhkan suami, selalu ada untuknya.

Nah, tidak hanya istri atau suami saja, upaya mempertahankan hubungan rumah tangga tentu perlu dilakukan kerjasama antara suami dan istri agar hubungan berhasil. 

#WomenforWomen