Semakin Merajalela, Berikut Cara Lindungi Si Kecil dari Polusi Udara

Fimela Reportersherly halim diperbarui 25 Agu 2023, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Dilansir oleh Dataindonesia.id, daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) merupakan salah satu dari sekian banyak kota di Indonesia yang memiliki tingkat polusi udara paling buruk di Indonesia. Sedangkan Kalimantan Barat, dinobatkan sebagai provinsi dengan kualitas udara terburuk di Indonesia per 18 agustus 2023. 

Melihat kondisi ini, semua orang harus selalu waspada setiap kali keluar rumah. Karena jika terpapar dengan polusi udara secara terus menerus akan menyebabkan berbagai macam penyakit Pernapasan seperti asma, ISPA, dan lain-lain. 

Bukan hanya dapat memberikan dampak yang berbahaya untuk orang dewasa. Akan tetapi polusi udara akan memberikan dampak yang buruk dengan cepat khususnya pada anak kecil. Dilansir oleh eea.europa.eu, paparan polusi udara terhadap anak kecil dapat menyebabkan asma, berkurangnya fungsi paru-paru, infeksi saluran Pernapasan, alergi pada anak anak serta remaja bahkan peningkatan risiko penyakit kronis seperti yang dialami oleh orang dewasa. 

Untuk menjawab permasalahan ini, berikut adalah tindakan yang bisa orangtua lakukan untuk melindungi anak dari polusi udara menurut huffpost.com.

 

 

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Jauhkan anak-anak di dalam ruangan saat AQI tinggi

Pemandangan kota karena polusi udara. (Foto: Unsplash/Amir Hosseini)

AQI atau Air Quality Index merupakan alat ukur yang digunakan untuk menghitung kualitas udara. Dilansir oleh Airnow.gov, kualitas udara yang normal seharusnya berada di bawah angka 100.

Dr. Juanita Mora Aku Ali alergi dan imunologi, serta juru bicara medis untuk American Lung Association (ALA) Menyarankan agar untuk selalu Mengecek kualitas udara melalui aplikasi cuaca. 

“Warna Oren atau merah diartikan sebagai kondisi udara yang berbahaya dan dapat merusak kesehatan paru-paru. Khususnya untuk orang yang paling rentan yaitu anak anak dan orang tua,” ujar Mora.

Jika kualitas udara di atas 100 (warna orange), khususnya untuk orang yang memiliki penyakit pernafasan atau kardiovaskular mungkin akan beresiko untuk mereka. Jika AQI di atas 150 atau lebih (merah) Maka kualitas udara akan dianggap tidak sehat bahkan akan membahayakan semua orang yang tidak memiliki gejala. Jika AQI lebih dari 200 (ungu), Kualitas ini dapat memicu kesehatan untuk semua orang tanpa pengecualian, dan jika AQI Mencapai tiga (merah marun) Kondisi udara ini akan kritis dan dianggap berbahaya dan akan menjadi kondisi darurat.

 “Sebaiknya anak-anak menghindari aktivitas berat di luar ruangan saat AQI di atas 100 dan terutama di atas 150,” ujar Dr. Terry Noah selaku ahli paru anak di Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara. 

Juga menekankan meskipun udara di dalam ruangan bisa dikatakan lebih bersih, disarankan untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan dengan cara menggunakan air purifier Dengan tetap menjaga kualitas udara di dalam untuk tidak berubah menjadi oranye atau merah. 

Perlu di ingat kalau paru-paru anak-anak masih berkembang dan bertumbuh, jadi polusi udara dapat berdampak besar pada kesehatan mereka di masa depan. Anak-anak lebih banyak bernapas melalui mulut daripada orang dewasa di mana kualitas udara ini tidak mengalami penyaringan seperti pada hidung. Anak-anak juga cenderung lebih aktif jika berada di luar ruangan. Dari itu sudah terkenal dengan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan paru-paru.

Dr. Mora menjelaskan bahwa Particle harus yang ada pada api asap hanya sepertiga ukuran dari helai rambut di kulit kepala kita. Hal ini berarti Particle ini dapat dengan mudah masuk melalui hidung dan mulut, Serta dengan mudah dapat berjalan ke paru-paru kamu dan anak anak. 

“Paru-paru anak terus tumbuh dan berkembang hingga remaja awal. Kami memiliki data penelitian bagus yang menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar polusi udara konsentrasi tinggi secara kronis mungkin memiliki paru-paru yang lebih kecil daripada anak-anak yang tidak terpapar polusi kronis,” kata Dr. Stephanie Lovinsky-Desir, kepala divisi paru anak. di Pusat Medis Irving Universitas Columbia.

3 dari 4 halaman

Buat udara dalam ruangan sebersih mungkin

Ilustrasi ruangan yang bersih dengan penyaring udara. (Foto: Unsplash/ASIA CULTURECENTER)

Kualitas udara dalam ruangan bisa saja berganti ganti dan bervariasi. Untuk mempertahankan kualitas udara di dalam ruangan kamu agar tetap bersih kalian harus melakukan beberapa cara penanganan.

“Jika lingkungan dalam keuangan memiliki perokok, vaper, atau sumber pembakaran seperti api kayu atau lilin, dan kompor gas  tinggal di dalam rumah akan sama bahayanya dengan luar ruangan,” Dr. Terry Noah selaku ahli paru anak di Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Utara. 

Selama kualitas udara buruk hindari paparan dari sumber sumber polusi Dengan cara pergi ke dalam rumah. Gunakan AC dan air purifier untuk mengurangi resiko polusi udara di dalam ruangan. 

“Dengan memiliki sistem penyaringan udara Maka akan mengurangi sumber polusi udara khususnya di dalam ruangan, di mana dengan memiliki sistem Penyaringan udara yang baik akan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan jika dibandingkan dengan luar ruangan,” ujar Lovinsky-Desir.

4 dari 4 halaman

Gunakan produk medis

Ilustrasi perlengkapan medis. (Foto: Unsplash/Roman Grachev).

Jika pada suatu saat mau tidak mau kamu dan anak kamu harus pergi keluar ruangan untuk ke sekolah ataupun yang lain lain. Sangat disarankan untuk menggunakan produk Medis seperti masker. Dr. Juanita Mora Aku Ali alergi dan imunologi, serta juru bicara medis untuk American Lung Association (ALA) Merekomendasikan masker yang berguna untuk menghalangi polusi partikel halus untuk mengurangi jumlah penghirupan asap.

“Masker N95 dan KN95 menawarkan perlindungan terbaik,” ujar Dr. Stephanie.

Anak anak yang memiliki kondisi asma atau penyakit Pernapasan lainnya disarankan untuk menggunakan masker jika AQI Mencapai 100. Jika tidak menggunakan masker saat kondisi udara sudah mencapai 100 atau lebih, di masa depan anak anak harus menggunakan masker secara terus menerus karena permasalahan Pernapasan mereka. 

Melihat di mana mana sudah banyak tingkat pembakaran bahkan orang yang menggunakan rokok atau faith untuk menyebabkan polusi udara, Lebih disarankan untuk tidak keluar ruangan dan menutup diri saat mereka keluar.

Jika anak kamu menderita asma atau penyakit kronis pernapasan lainnya usahakan untuk mematuhi perawatan yang diberikan oleh medis atau selalu pergi cek up perihal permasalahan pernapasan anak di dokter.

Dr. Mora menyatakan agar orang tua mengenali gejala gejala seperti iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak nafas, nyeri dada, menggigil atau batuk kering guna menganalisa penyakit pernapasan apa yang sedang mereka idap. Jika sudah menyadari bahwa anak memiliki gejala-gejala dari permasalahan pernapasan disarankan untuk langsung menghubungi pihak medis. 

 

Penulis: FIMELA Sherly Julia Halim