7 Tanda Toxic Jealousy atau Cemburu Berlebihan yang Merusak Hubungan

Endah Wijayanti diperbarui 11 Okt 2023, 19:45 WIB

Fimela.com, Jakarta Cemburu adalah emosi alami yang bisa muncul dalam hubungan manusia. Sifatnya yang alami membuatnya menjadi bagian normal dari berinteraksi dengan pasangan romantis. Namun, ketika cemburu berubah menjadi cemburu yang berlebihan atau toksik, dampaknya bisa merusak hubungan secara serius. Toksisitas cemburu dapat menghadirkan rasa tak nyaman, membuat pasangan merasa terkekang, dan mengganggu kesehatan hubungan.

Ketika cemburu berubah menjadi suatu hal yang berlebihan dan merusak, dapat mengganggu keseimbangan hubungan dan menciptakan ketidakseimbangan yang tidak sehat. Cemburu yang toksik dapat membahayakan kesejahteraan emosional dan fisikmu serta pasanganmu. Berikut ini ada tujuh tanda cemburu yang berlebihan yang dapat merusak hubungan. Memahami tanda-tanda ini bisa membantumu untuk lebih mawas diri dalam menjalin dan mewujudkan hubungan yang kamu dambakan.

 

 

2 dari 8 halaman

1. Kontrol yang Berlebihan terhadap Pasangan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/SunnyVMD

Salah satu tanda cemburu berlebihan adalah kontrol yang berlebihan terhadap pasangan. Orang yang toksik cemburu cenderung mencoba mengendalikan setiap aspek kehidupan pasangan mereka. Mereka mungkin akan terus-menerus memeriksa pesan teks, panggilan telepon, atau aktivitas media sosial pasangan. Kontrol semacam ini tidak hanya merusak kepercayaan, tetapi juga membuat pasangan merasa terkekang dan kehilangan privasi.

Ketika seseorang merasa dikelilingi oleh kontrol yang berlebihan, hubungan tersebut akan menjadi tidak sehat. Pasangan harus memiliki ruang pribadi dan kebebasan untuk menjalani kehidupan mereka dengan cara yang mereka pilih.

 

 

3 dari 8 halaman

2. Sikap Merendahkan atau Mengkritik Pasangan yang Berlebihan

Ilustrasi/copyright shutterstock/metamorworks

Cemburu berlebihan sering kali mengarah pada perilaku merendahkan atau mengkritik pasangan secara berlebihan. Orang yang cemburu toksik mungkin merasa perlu untuk menghakimi dan menjatuhkan harga diri pasangan mereka secara terus-menerus. Mereka mungkin akan mencari kesalahan dan mencoba meyakinkan pasangan bahwa mereka tidak cukup baik.

Ini bisa sangat merusak harga diri dan harga diri pasangan, serta menghambat pertumbuhan positif dalam hubungan. Pasangan harus merasa didukung dan diberdayakan dalam hubungan, bukan dihakimi atau direndahkan.

 

 

4 dari 8 halaman

3. Membatasi Kehidupan Sosial dan Mengekang

ilustrasi pasangan bertengkar/photo created by yanalya - www.freepik.com

Salah satu tanda cemburu berlebihan lainnya adalah upaya untuk membatasi kehidupan sosial pasangan. Orang yang cemburu toksik mungkin akan merasa tidak nyaman jika pasangan memiliki banyak teman atau menghabiskan waktu dengan orang lain. Mereka bisa mencoba mengurangi waktu yang dihabiskan pasangan dengan teman-teman atau keluarga, atau bahkan melarang pasangan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Mengekang kehidupan sosial pasangan dapat membuatnya merasa terisolasi dan terkekang, dan ini dapat merusak hubungan dengan cara yang serius. Kebebasan untuk menjalani kehidupan sosial yang sehat adalah aspek penting dari hubungan yang sehat.

 

5 dari 8 halaman

4. Sering Lepas Tangan saat Ada Masalah

Pasangan bertengkar/copyrightshutterstock/Pormezz

 

Salah satu masalah utama dengan cemburu yang berlebihan adalah kurangnya kemampuan untuk menangani konflik atau masalah dalam hubungan dengan cara yang sehat. Orang yang cemburu toksik seringkali cenderung untuk melepaskan tanggung jawab saat ada masalah, dengan menyalahkan pasangan mereka atau cemburu secara berlebihan tanpa mencari solusi yang konstruktif.

Hal ini bisa membuat hubungan tidak stabil dan tidak produktif, karena masalah yang tidak diselesaikan akan terus mengganggu dan memperburuk situasi.

 

 

6 dari 8 halaman

5. Penuh Rasa Curiga dan Selalu Menuduh tanpa Bukti

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Prot56

Cemburu yang berlebihan sering kali ditandai dengan rasa curiga yang konstan dan kebiasaan menuduh tanpa adanya bukti yang jelas. Orang yang cemburu toksik mungkin akan terus-menerus mencari alasan untuk meragukan kesetiaan pasangan mereka, bahkan jika tidak ada dasar yang kuat.

Hal ini menciptakan atmosfer tidak sehat di dalam hubungan, di mana pasangan harus terus-menerus membuktikan diri mereka dan merasa tidak percaya. Kepercayaan adalah dasar dari hubungan yang sehat, dan cemburu berlebihan merusak kepercayaan ini.

 

 

7 dari 8 halaman

6. Berperilaku Agresif Baik Secara Fisik maupun Verbal

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/Makistock

Salah satu tanda cemburu berlebihan yang paling berbahaya adalah perilaku agresif. Orang yang cemburu toksik mungkin cenderung menjadi agresif secara fisik atau verbal ketika cemburu mereka meledak. Ini bisa mencakup ancaman fisik, kekerasan fisik, atau kata-kata kasar dan merendahkan.

Perilaku agresif dalam hubungan adalah tidak dapat diterima dan dapat berdampak serius pada kesejahteraan fisik dan emosional pasangan. Jika Anda merasa dalam bahaya atau telah menjadi korban kekerasan dalam hubungan, segera mencari bantuan dari sumber yang kompeten.

 

 

8 dari 8 halaman

7. Sikap Egois Memaksa Pasangan Memenuhi Semua Keinginan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/zhang+tianle

Terakhir, cemburu yang berlebihan seringkali menghasilkan sikap egois di mana orang yang cemburu berusaha memaksa pasangan mereka untuk memenuhi semua keinginan mereka. Mereka mungkin merasa bahwa pasangan harus melakukan segala yang mereka inginkan untuk membuktikan kesetiaan mereka.

Sikap ini merusak keseimbangan dalam hubungan dan menghilangkan rasa kesetaraan. Hubungan yang sehat harus didasarkan pada kompromi, dukungan, dan penghargaan terhadap keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak.

Cemburu adalah emosi alami dalam hubungan, tetapi ketika menjadi toksik, dapat merusak hubungan dengan cara yang serius. Tanda-tanda cemburu yang berlebihan, seperti kontrol yang berlebihan, merendahkan pasangan, membatasi kehidupan sosial, melepaskan tanggung jawab saat masalah muncul, rasa curiga yang berlebihan, perilaku agresif, dan sikap egois, dapat menghancurkan kesehatan hubungan.

Untuk mengatasi cemburu yang toksik, penting untuk berbicara terbuka dengan pasangan dan mencari bantuan dari profesional kesehatan mental atau konselor hubungan. Hubungan yang sehat memerlukan komunikasi yang jujur, kepercayaan, dukungan, dan penghargaan terhadap perasaan dan kebutuhan masing-masing pihak. Dengan mengenali tanda-tanda cemburu yang berlebihan dan bekerja sama untuk mengatasi masalah ini, pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan lebih sehat.