5 Sikap agar Tidak Emosi saat Kehidupan Terasa Tak Adil

Endah Wijayanti diperbarui 28 Nov 2023, 11:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Menyikapi kehidupan yang terasa tidak adil bisa menjadi tantangan yang sulit. Mengembangkan kemampuan untuk mengatasi kehidupan yang terasa tidak adil adalah proses yang berkelanjutan, dan penting untuk memberi diri diri kita waktu untuk tumbuh dan belajar dari pengalaman tersebut.

Kehidupan seringkali dapat terasa tidak adil, penuh dengan cobaan dan tantangan yang membuat emosi kita terguncang. Namun, menjadi marah atau frustasi tidak akan mengubah keadaan. Sebaliknya, sikap yang bijak dan tenang dapat membantu kita menghadapi ketidakadilan dengan lebih baik. Kali ini, kita akan membahas lima sikap yang dapat membantu kamu tidak mudah emosi ketika kehidupan terasa tak adil. Simak selengkapnya di bawah ini, ya Sahabat Fimela.

 

 

 

2 dari 6 halaman

1. Berlatih Menerima Realitas yang Ada Sebaik Mungkin

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chaay_Tee

Salah satu kunci utama untuk tidak terjebak dalam gelombang emosi negatif adalah dengan berlatih menerima realitas sebaik mungkin. Ini bukan berarti kamu harus pasrah atau menyerah, tetapi lebih kepada pengakuan bahwa tidak semua hal dalam hidup dapat kita kendalikan. Dengan menerima realitas, kamu dapat mengarahkan energi kamu pada hal-hal yang dapat kamu ubah dan meningkatkan. 

Mengutip buku The Psychology of Emotion (Never Get Angry Again), "Terkadang, kehidupan terasa tidak adil. Sangat menyakitkan. Luar biasa sulit. Menyebalkan. Ya, kita mengendalikan kualitas kehidupan dan tanggapan emosional kita terhadap situasi apa saja, tapi sumber utama amarah datang dari keyakinan bahwa kita telah menerima kesulitan yang tidak pantas dan berlebihan."

Menerima realitas juga melibatkan pengakuan bahwa hidup tidak selalu adil. Setiap orang menghadapi rintangan dan tantangan yang berbeda. Dengan menerima kenyataan ini, kamu dapat membebaskan diri dari beban perasaan tidak adil dan lebih fokus pada solusi.

 

 

 

3 dari 6 halaman

2. Berfokus Meningkatkan Kualitas Kehidupan yang Bermakna

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/DeanDrobot

Sikap kedua yang dapat membantu kamu tetap tenang dalam menghadapi ketidakadilan adalah dengan berfokus pada meningkatkan kualitas kehidupan yang bermakna. Alihkan perhatian kamu dari hal-hal yang tidak kamu kendalikan menuju hal-hal yang dapat memberikan kepuasan dan makna.

Mungkin ada aspek-aspek tertentu dalam hidup kamu yang bisa ditingkatkan. Identifikasi area tersebut dan buatlah langkah-langkah kecil untuk meningkatkannya. Fokus pada hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan dapat memberikan perspektif positif dalam situasi sulit.

 

 

4 dari 6 halaman

3. Lebih Terbuka Menerima Bantuan atau Dukungan yang Diperlukan

ilustrasi santai/violetblue/Shutterstock

Ketika merasa hidup tidak adil, seringkali kita cenderung menutup diri dan merasa bahwa kita harus menanggung semua beban sendiri. Namun, sikap bijak adalah menjadi lebih terbuka terhadap bantuan atau dukungan dari orang lain. Berbicara dengan teman, keluarga, atau bahkan seorang profesional dapat memberikan perspektif baru dan solusi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Tidak ada kelemahan dalam meminta bantuan atau berbagi perasaan kamu. Justru, langkah ini dapat memperkuat koneksi sosial kamu dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi kesulitan. Terkadang, sekadar berbicara dengan seseorang dapat meredakan beban emosional yang kamu rasakan.

 

 

5 dari 6 halaman

4. Lebih Produktif Menjalani Rutinitas dengan Tujuan Jelas

ilustrasi perempuan mandiri bahagia/Prostock-studio/Shutterstock

Rutinitas harian dapat menjadi katalisator emosi negatif ketika hidup terasa tidak adil. Namun, dengan menghadirkan tujuan jelas dalam rutinitas kamu, kamu dapat mengalihkan perhatian dari ketidakadilan dan fokus pada pencapaian positif.

Tetapkan tujuan yang realistis dan terukur untuk harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Ini dapat membantu menciptakan struktur dalam hidup kamu dan memberikan motivasi untuk tetap maju. Ketika kamu melihat kemajuan dalam mencapai tujuan-tujuan ini, kamu akan merasa lebih produktif dan dapat mengatasi perasaan tidak adil dengan lebih baik.

 

 

6 dari 6 halaman

5. Bersyukur Lebih Banyak Lagi atas Hal-Hal yang Sudah Ada

ilustrasi perempuan mencintai diri sendiri/PorporLing/Shutterstock

Bersyukur adalah kunci untuk mengubah perspektif dan menghadapi ketidakadilan dengan lebih tenang. Seringkali, kita terjebak dalam fokus pada hal-hal yang tidak kita miliki atau pengalaman yang sulit, sehingga melupakan keberuntungan-keberuntungan kecil dalam hidup.

Luangkan waktu setiap hari untuk merenungkan hal-hal yang membuat kamu bersyukur. Ini bisa menjadi hal-hal kecil seperti kesehatan, keberadaan orang-orang terdekat, atau peluang-peluang yang telah kamu miliki. Dengan membiasakan diri bersyukur, kamu dapat membentuk sikap positif yang membantu menghadapi kehidupan yang terasa tidak adil.

Menghadapi kehidupan yang terasa tidak adil memang merupakan tantangan yang sulit. Namun, dengan mengadopsi sikap bijak seperti menerima realitas, fokus pada peningkatan kualitas hidup, terbuka terhadap bantuan, menjalani rutinitas dengan tujuan, dan bersyukur, kamu dapat mengurangi tingkat emosi negatif yang muncul.

Sahabat Fimela, perubahan tidak selalu terjadi secara instan, tetapi dengan konsistensi dan kesabaran, kamu dapat membangun ketangguhan emosional yang memandu kamu melewati setiap rintangan.