3 Rekomendasi Buku Inspiratif yang Ramah untuk Disabilitas

Fimela Reporter diperbarui 18 Des 2023, 11:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Salah satu media yang saat ini sangat digemari adalah buku. Selain sebagai sumber bacaan, buku menjadi comfort tersendiri untuk seluruh kalangan termasuk para penyintas disabilitas sekalipun. Apalagi buku-buku saat ini telah terjual berbagai jenisnya. 

Namun buku menjadi tantangan tersendiri, selain dengan genre yang kadang tidak sesuai dengan keinginan, mencari buku yang ramah untuk para penderita disabilitas menjadi tantangan tersendiri. Apa yang dibutuhkan adalah motivasi serta inspirasi untuk dapat hidup meskipun dengan keterbatasan kondisi sekalipun. 

Hal yang harus disadari adalah meskipun dengan keterbatasan fisik maupun mental, hal ini bukan menjadi sayap patah untuk tidak meneruskan hidup. Ketahuilah apa yang telah dikaruniai oleh Tuhan merupakan anugerah yang bisa dimaksimalkan dengan baik. Setiap orang memiliki potensi untuk meraih puncak dan karir yang gemilang.

Maka dari itu, untuk memotivasi dan menginspirasi, FIMELA merangkum 3 rekomendasi buku ramah  disabilitas yang dilansir melalui Disability Horizons, 3 di antaranya ada yang dari novel klasik hingga pernah dibuat menjadi film sekalipun, berikut daftarnya.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. The Secret Garden by Frances Hodgson Burnett

Dalam novel klasik sekalipun, banyak sekali sosok menginspirasi dan ramah untuk dibaca oleh para penyadang disabilitas seperti The Secret Garden. (Foto gramedia.com)

Novel klasik memang masih menunjukkan kepopularitasannya hingga saat ini. Salah satu novel klasik yang menyisipkan karakter disabilitas adalah Secret Garden. Diterbitkan pada tahun 1911, novel ini menceritakan seorang gadis bernama Mary yang berteman dengan Colin.

Colin adalah pengguna kursi roda yang belum pernah menjajakan kakinya pada dunia luar serta dicap sebagai invalid atau orang yang tidak pantas. Namun berkat Mary, ia dapat melanjutkan kehidupan sehari-harinya. Dan pada tahun 1993, buku ini telah dibuat menjadi film. Bahkan pada tahun 2020 sekalipun, film ini dibintangi oleh Julie Walters dan Colin Firth. 

3 dari 4 halaman

2. My Left Foot by Christy Brown

Buku rekomendasi kedua ditulis oleh Christy Brown, seseorang yang terlahir dalam keadaan cerebral palsy dan dapat memberikan dampak tersendiri untuk para penyadang disabilitas. (Foto: Unsplash.com/ Hisu lee)

Buku rekomendasi kedua adalah bagaimana cara Christy Brown, author dari buku ini memberikan impact tersendiri untuk para komunitas disabilitas yang dapat menyadarkan para pembacanya dengan bagaimanapun disabilitas yang ada dalam diri, kamu dapat overcome seluruh hal negatif dan melewati batas untuk mencapai mimpi dan passionmu. 

Terlahir dengan cerebral palsy, Christian Brown menulis buku ini dengan kaki kirinya sebagai personal memoir, menjelaskan bagaimana perjuangan dirinya terhadap orang-orang di sekitarnya ketika ia tumbuh dan besar di Irlandia. Buku ini sangatlah cocok menjadi eye-opening bahkan telah diadaptasi menjadi film pada tahun 1989. 

4 dari 4 halaman

3. Behind Closed Doors by B A Paris

Novel ini menceritakan bagaimana sosok Millie dan perjuangannya untuk menjalani hidup, yang membuat buku ini sangat ramah dan cocok dibaca untuk penyadang disabilitas. (Foto: Unsplash.com/Daiga Ellaby)

Novel rekomendasi terakhir berjudul Behind Closed Door yang campuran antara psikologis thriller dan fiksi domestik yang menceritakan cerita tentang Grace dan Jack. Di mata orang mungkin mereka terlihat seperti pasangan serasi namun dibalik dari pintunya yang tertutup, semuanya akan berbeda. 

Buku ini menceritakan secara inklusif sosok karakter bernama Millie, saudara perempuan termuda Grace yang memiliki down syndrome. Ia yang mentrigger seluruh bagian kejadian dalam buku. Buku ini berhasil menangkap ikatan keluarga antara kedua saudara perempuan serta sense of responsibility saudara disabilitas. Dibuku pula juga memperlihatkan bagaimana pandangan orang-orang terhadap Millie serta bagaimana Millie berusaha untuk menguatkan dan menerima keadaan dirinya. 

 

Penulis: Tisha Sekar Aji.

Hashtag: #Breaking Boundaries